- Argentina akan menghadapi Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Sabtu (4/7).
- Tanjung Verde melaju ke babak gugur dengan status tim tak terkalahkan selama fase grup Piala Dunia 2026.
- Argentina mengandalkan kreativitas Lionel Messi untuk menembus pertahanan disiplin Tanjung Verde demi mengamankan tiket babak 16 besar.
Argentina melepaskan 35 tembakan sepanjang fase grup, sedangkan Tanjung Verde mencatatkan 33 percobaan.
Selain itu, Si Hiu Biru berhasil menciptakan 15 penetrasi ke dalam kotak penalti lawan sepanjang fase grup.
Lionel Messi Jadi Pembeda Argentina
Meski demikian, kehadiran Lionel Messi diyakini tetap menjadi faktor pembeda bagi Argentina.
Kapten Albiceleste dikenal mampu memecahkan kebuntuan melalui kreativitas, visi bermain, dan kemampuan membaca ruang yang sulit ditandingi pemain lain.
Publik menilai Spanyol gagal menembus pertahanan Tanjung Verde karena tidak memiliki sosok dengan kualitas seperti Messi.
Kemampuan La Pulga menciptakan peluang maupun mencetak gol dari situasi sulit diyakini menjadi senjata utama Argentina untuk membongkar pertahanan disiplin Si Hiu Biru.
Lionel Scaloni pun diperkirakan tidak akan memberi ruang bagi Tanjung Verde untuk mengembangkan permainan seperti yang mereka lakukan di fase grup.
Duel di Miami akan menjadi penentu apakah dongeng Tanjung Verde terus berlanjut atau justru berakhir di tangan Lionel Messi dan Argentina.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Jadi Pencetak Gol Tertua di Fase Knockout Piala Dunia!
Publik sepak bola dunia kini menanti apakah kejutan kembali tercipta atau sang juara bertahan berhasil mempertahankan langkahnya menuju babak 16 besar.
[ANTARA]
Berita Terkait
-
Susunan Pemain Resmi Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Granit Xhaka vs Riyad Mahrez
-
Alasan Emosional di Balik Tangis Cristiano Ronaldo saat Kenakan Jersey No.21 Portugal
-
Luis de la Fuente Sanjung Magis Mikel Oyarzabal Saat Spanyol Bantai Austria
-
Australia vs Mesir: Sanggupkah Socceroos Jadi Penyelamat Wajah Asia?
-
Austria Dibantai Spanyol, David Alaba Sebut Hydration Break Ubah Jalannya Pertandingan
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Susunan Pemain Resmi Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Granit Xhaka vs Riyad Mahrez
-
Alasan Emosional di Balik Tangis Cristiano Ronaldo saat Kenakan Jersey No.21 Portugal
-
Luis de la Fuente Sanjung Magis Mikel Oyarzabal Saat Spanyol Bantai Austria
-
Australia vs Mesir: Sanggupkah Socceroos Jadi Penyelamat Wajah Asia?
-
Austria Dibantai Spanyol, David Alaba Sebut Hydration Break Ubah Jalannya Pertandingan
-
Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Jadi Pencetak Gol Tertua di Fase Knockout Piala Dunia!
-
Cristiano Ronaldo Pecahkan Kutukan Fase Gugur, Intip Rekornya usai Portugal Singkirkan Kroasia
-
Hasil Portugal vs Kroasia, Ronaldo Senyum Lebar ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Mohamed Salah Siap Tempur Melawan Australia Setelah Pulih dari Cedera Hamstring
-
Lamine Yamal: Piala Dunia 2026 Dimulai Sekarang Setelah Spanyol Lolos 16 Besar