-
Thomas Tuchel meminta skuad Timnas Inggris menjaga ketenangan mental menghadapi teror nonteknis Meksiko.
-
Adaptasi dipercepat di dataran tinggi Mexico City guna mengatasi kendala pernapasan serta laju bola.
-
Pengamanan ketat di sekitar hotel menjamin pemain Timnas Inggris mendapatkan istirahat yang berkualitas.
"Kami tidak memiliki masalah tadi malam. Saya rasa FIFA menangani situasi ini, dan kami memiliki keamanan di sekitar hotel, jadi kami mengharapkan tidur malam yang nyenyak," kata Tuchel.
"Kita memiliki kick-off jam 6 sore, jadi jika kita kehilangan beberapa jam tidur, kita akan memiliki waktu untuk tidur beberapa jam lagi di akhir pagi," jelas pelatih asal Jerman itu.
"Saya tidak ingin membicarakan masalah yang belum ada, rasanya tidak benar. Apa yang saya alami hingga sekarang sangat penuh rasa hormat dan sangat emosional, tetapi juga sangat mendukung tim kami," tuturnya.
"Jadi kami sangat menghormati semua orang. Kami menghormati lawan, kami menghormati momen pertandingan. Kami berharap juga diperlakukan dengan rasa hormat, dan begitulah kenyataannya, jadi berbicara sekarang tentang potensi masalah tidak masuk akal bagi saya. Jika itu datang, kami akan menerimanya," tambahnya.
"Itulah seluruh pendekatan untuk seluruh turnamen. Ini adalah turnamen yang menuntut, dan cara terbaik untuk mendekatinya adalah dengan santai, tenang, dan fokus pada diri kita sendiri," tutup Tuchel.
Kondisi mencekam ini dipicu oleh insiden yang menimpa timnas Ekuador pada babak sebelumnya sebelum mereka disingkirkan Meksiko. Hotel tempat Ekuador menginap dihujani ledakan petasan sepanjang malam, yang kemudian memicu protes resmi kepada FIFA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo
-
Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang