- Timnas Argentina akan menghadapi Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Selasa (7/7).
- Argentina harus mengatasi kelemahan hilangnya fokus saat menghadapi tim lawan untuk menghindari kejutan buruk di babak gugur.
- Mesir mengandalkan ketangguhan pertahanan serta ancaman serangan balik berbahaya dari Mohamed Salah dan Omar Marmoush untuk menang.
Argentina akan menghadapi lawan yang disiplin bertahan sekaligus memiliki serangan balik yang jauh lebih berbahaya.
Tim berjuluk The Pharaohs datang ke babak 16 besar tanpa tekanan setelah melampaui target awal mereka di Piala Dunia 2026.
Keberhasilan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam 92 tahun membuat para pemain Mesir tampil lebih percaya diri.
Situasi tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi ambisi Argentina mempertahankan gelar juara dunia.
Secara teknis, Mesir juga dinilai lebih kuat dibanding Tanjung Verde. Dalam dua tahun terakhir, tim asuhan Hossam Hassan tercatat dua kali mengalahkan Tanjung Verde.
Fakta itu menjadi sinyal bahaya bagi lini belakang Argentina yang sempat kewalahan menghadapi agresivitas tim Afrika tersebut.
Selain itu, faktor cuaca panas di negara bagian Georgia diperkirakan lebih menguntungkan Mesir karena sebagian besar pemainnya terbiasa bermain dalam iklim serupa.
Duel Kreativitas Messi vs Marmoush
Lionel Messi diperkirakan kembali menjadi motor serangan Argentina dari sisi kiri.
Baca Juga: Spanyol Singkirkan Portugal di Babak 16 Besar, Ronaldo Tak Kuasa Menangis
Kapten Albiceleste itu saat ini menjadi pemain paling kreatif di tim dengan catatan menciptakan 24 peluang sepanjang turnamen.
Namun, Mesir juga memiliki Omar Marmoush yang membukukan jumlah peluang tercipta yang sama.
Berdasarkan statistik, Mesir bahkan sedikit unggul dalam jumlah umpan silang dan penciptaan peluang secara kolektif.
Duel antara Lionel Messi, Mohamed Salah, dan Omar Marmoush diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Jika Argentina kembali kehilangan fokus, Mesir berpeluang menciptakan kejutan besar di Atlanta.
[Antara]
Berita Terkait
-
De la Fuente Puji Kedalaman Skuad Spanyol usai Menang Dramatis atas Portugal
-
Piala Dunia 2026: Sukses Curi Perhatian, Vozinha Bakal Jadi The Next El-Hadji Diouf?
-
Gol Telat Spanyol Singkirkan Portugal, Roberto Martinez Nilai Timnya Cuma Kurang Beruntung
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Tinggalkan Kursi Pelatih Portugal
-
Legasi Cristiano Ronaldo di Piala Dunia: Deretan Rekor Gila CR7 yang Sulit Dipecahkan
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Persebaya Surabaya Datangkan Bek Tanjung Verde! Gali Freitas 'Disekolahkan' ke Madura United
-
De la Fuente Puji Kedalaman Skuad Spanyol usai Menang Dramatis atas Portugal
-
Gol Telat Spanyol Singkirkan Portugal, Roberto Martinez Nilai Timnya Cuma Kurang Beruntung
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Tinggalkan Kursi Pelatih Portugal
-
Legasi Cristiano Ronaldo di Piala Dunia: Deretan Rekor Gila CR7 yang Sulit Dipecahkan
-
Respons Haru Cristiano Ronaldo Tak Pernah Angkat Trofi Piala Dunia: Saya Pergi dengan Hati Tenang
-
Belgia Bantai Amerika Serikat 4-1, 'Bantuan' FIFA dan Donald Trump Tak Berpengaruh
-
Ucapan Sombong Cristiano Ronaldo Usai Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Portugal Dipecundangi Spanyol, Quaresma Bongkar Kelemahan Cristiano Ronaldo Cs
-
Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Piala Dunia, Portugal Tersingkir Dramatis oleh Spanyol