- Timnas Iran menyindir kekalahan Amerika Serikat atas Belgia dengan skor 1-4 pada Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026).
- Amerika Serikat diduga mendapat perlakuan istimewa dari FIFA terkait pembatalan sanksi larangan bermain striker Folarin Balogun.
- Timnas Iran mengeluhkan perlakuan tidak adil serta minimnya dukungan logistik dari penyelenggara selama bertanding di Piala Dunia 2026.
Suara.com - Timnas Iran ikut memanaskan situasi panas antara Belgia dan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026.
Selepas Amerika Serikat dipastikan tersingkir dari 16 besar usai kalah 1-4 dari Belgia, Selasa (7/7/2026), Timnas Iran memberi sindiran menohok.
Melalui Instagram Stories, Timnas Iran, @teammellifootball, mengunggah perbandingan skor saat mereka menghadapi Belgia dan AS melawan The Red Devils.
Iran diketahui mampu menahan Belgia dengan skor kacamata di fase grup. Sementara AS, yang dianggap mendapat 'bantuan' FIFA, justru terjungkal secara memalukan.
Sebelum laga kontra Belgia, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Infantino membantah telepon itu berhubungan dengan protes kartu merah Folarin Balogun di laga kontra Bosnia.
Namun, FIFA pada kenyataannya benar-benar meralat hukuman satu kali larangan bermain untuk striker andalan AS tersebut.
Alhasil, Balogun pun bisa bermain menghadapi Belgia, meski pada akhirnya tidak bisa berbuat banyak dan harus melihat timnya takluk 1-4.
"Menarilah bersamaku," tulis Timnas Iran di Instagram Stories merespons kekalahan Amerika Serikat.
Baca Juga: Presiden FIFA Ogah Ngaku Telpon dari Donald Trump Soal Kartu Merah Folarin Balogun
Timnas Iran memang gagal melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026. Namun, mereka tercatat tak pernah sekalipun kalah di fase grup.
Iran menjadi sorotan dunia di Piala Dunia 2026 karena dianggap telah mendapatkan perlakuan tak adil oleh Amerika Serikat dan FIFA.
Sebanyak 11 delegasi Iran tak diizinkan masuk ke AS untuk Piala Dunia 2026, sehingga para pemain dan jajaran pelatih kekurangan dukungan selama turnamen.
Selain itu, mereka juga tidak diizinkan menginap di Amerika Serikat, kendati seluruh pertandingan fase grup mereka berlangsung di sana.
Alhasil, Iran memilih menginap di Tijuana, Meksiko, yang membuat mereka harus menempuh perjalanan udara berjam-jam untuk bertanding, dan terpaksa buru-buru meninggalkan stadion pasca laga.
“Ini adalah Piala Dunia yang penuh bencana; sebuah bencana. Maksud saya, FIFA, mereka harus menyelesaikan setiap masalah di sini tapi sayangnya mereka tidak bisa menyelesaikannya sejak awal," kata Mehdi Taremi, kapten Timnas Iran di sela-sela turnamen dikutip dari Goal.
Berita Terkait
-
Ronaldo Akhiri Mimpi Juara Dunia, Bagaimana Masa Depannya Bersama Portugal?
-
Akhiri Perjalanan Panjang di Piala Dunia, Ronaldo Penggendong Prestasi Sepak Bola Portugal
-
Amerika Serikat Dibantai Belgia meski 'Dibantu' FIFA, Pochettino: Kami Harus Belajar
-
Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA
-
Ironi Brasil: Peraih 5 Gelar yang Selalu Gagal dalam 20 Tahun Terakhir
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
Terkini
-
Oxford United Tak Diundang ke Piala Presiden 2026, Erick Thohir Bantah karena Cedera Ole Romeny
-
Pratama Arhan Ungkap Alasan Gabung Persija Jakarta, Shin Tae-yong Jadi Faktor Kunci
-
Amerika Serikat Dibantai Belgia meski 'Dibantu' FIFA, Pochettino: Kami Harus Belajar
-
Presiden FIFA Ogah Ngaku Telpon dari Donald Trump Soal Kartu Merah Folarin Balogun
-
Kalahkan Portugal, Spanyol Pecahkan Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Persebaya Surabaya Datangkan Bek Tanjung Verde! Gali Freitas 'Disekolahkan' ke Madura United
-
Argentina vs Mesir: Sanggupkah Mohamed Salah Eksploitasi Penyakit 'Sombong' Albiceleste?
-
De la Fuente Puji Kedalaman Skuad Spanyol usai Menang Dramatis atas Portugal
-
Gol Telat Spanyol Singkirkan Portugal, Roberto Martinez Nilai Timnya Cuma Kurang Beruntung
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Tinggalkan Kursi Pelatih Portugal