- Wasit Francois Letexier memicu kontroversi saat memimpin kemenangan Argentina 3-2 atas Mesir di Piala Dunia 2026, Rabu (8/7/2026).
- Pelatih Mesir memprotes keputusan VAR yang menganulir gol dan pengabaian dua potensi penalti bagi timnya dalam pertandingan tersebut.
- Sebelumnya, Letexier juga pernah dikritik atas keputusan penalti kontroversial pada laga playoff Olimpiade antara Indonesia melawan Guinea.
Shin Tae-yong yang terus memprotes keputusan tersebut akhirnya mendapat kartu merah dan diusir dari area teknis.
Rekam Jejak Francois Letexier
Lahir di Bédée, Prancis, pada 24 April 1989, Letexier sebenarnya memiliki reputasi sebagai salah satu wasit elite Eropa.
Sejak mengantongi lisensi FIFA, ia dipercaya memimpin sejumlah pertandingan bergengsi, termasuk final Liga Europa dan Liga Champions.
Namun, sepanjang kariernya, Letexier juga beberapa kali menjadi sorotan karena keputusan-keputusan kontroversial.
Ia pernah mengeluarkan empat kartu merah dalam satu pertandingan Ligue 2 Prancis dan mendapat kritik karena dianggap mengabaikan insiden handball penting dalam laga Nantes.
Gaya kepemimpinannya yang tegas dan beberapa keputusan kontroversial membuat namanya kembali menjadi perbincangan usai laga Argentina melawan Mesir.
Kini, Argentina melaju ke babak perempat final dan akan menghadapi Swiss. Sementara itu, publik menanti apakah FIFA akan melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Letexier di sisa Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Argentina ke Perempat Final, Bedah Taktik Comeback Epik atas Mesir
Berita Terkait
-
Hasil Swiss vs Kolombia: Die Nati Menang Adu Penalti, Tantang Argentina di Perempat Final
-
Pelatih Mesir Semprot FIFA: Mereka Ingin Lionel Messi Terus Berada di Piala Dunia 2026!
-
Wasit Francois Letexier Dituding Untungkan Argentina, Suporter Mesir Murka
-
Belgia Libas Amerika Serikat, Siap Tantang Spanyol di 8 Besar Piala Dunia
-
Emosi dan Air Mata Lionel Messi: Apa yang Argentina Lakukan Benar-benar Gila
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut