Bola / Bola Dunia
Rabu, 08 Juli 2026 | 07:40 WIB
Pelatih Mesir Hossam Hassan menuding FIFA ingin Lionel Messi tetap bertahan di Piala Dunia 2026 usai timnya kalah kontroversial dari Argentina. [Dok. IG egyptnt]
Baca 10 detik
  • Pelatih Hossam Hassan menuduh FIFA tidak adil setelah Mesir kalah 3-2 dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia.
  • Keputusan VAR yang menganulir gol Mesir dan pengabaian penalti memicu kemarahan Hassan terhadap perangkat pertandingan di Stadion Atlanta.
  • Hassan memutuskan memboikot sisa turnamen sebagai bentuk protes atas ketidakadilan wasit serta jadwal pertandingan siang hari yang memberatkan.

Suara.com - Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, meluapkan kemarahannya kepada otoritas sepak bola dunia, FIFA, setelah timnya tersingkir secara dramatis oleh Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Hossam Hassan secara blak-blakan menuding adanya ketidakadilan yang membuat langkah sang juara bertahan tetap mulus di turnamen tersebut.

Laga di Stadion Atlanta berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Argentina, meski Mesir sempat unggul dua gol terlebih dahulu.

Melansir laporan Al Jazeera, Hossam Hassan menilai timnya menjadi korban keputusan-keputusan yang merugikan sepanjang pertandingan.

"Saya tidak ingin berbasa-basi dan bicara soal keberuntungan yang buruk. Kami telah dicurangi secara tidak adil hari ini; kami telah menderita ketidakadilan," ujar Hossam Hassan dalam konferensi pers.

Kontroversi VAR Jadi Sorotan

Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, meminta publik tetap bangga meski Mohamed Salah Cs tersingkir dari Piala Dunia 2026. [Tangkap layar X]

Kemarahan Hossam Hassan dipicu oleh dianulirnya gol Mostafa Zico saat Mesir memimpin 1-0.

Wasit membatalkan gol tersebut setelah mendapat rekomendasi dari Video Assistant Referee (VAR) yang menilai terjadi pelanggaran terhadap Lisandro Martinez pada awal proses serangan.

Meski Zico kemudian kembali mencetak gol pada babak kedua, Argentina bangkit melalui gol Cristian Romero dan Lionel Messi.

Baca Juga: Ulasan Taktik Cerdas Lionel Scaloni: Perubahan Berani di Babak Kedua Jadi Kunci

Kontroversi kembali muncul ketika Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina pada masa injury time.

Hossam Hassan meyakini Mesir seharusnya mendapat hadiah penalti sebelum gol tersebut tercipta setelah Alexis Mac Allister dinilai menarik jersey Hamdy Fathy.

Sindiran Pedas untuk Lionel Messi dan FIFA

"Kami belum melihat rasa hormat atau permainan yang adil (fair play), benar-benar tidak ada rasa hormat atau permainan yang adil di sini," keluh Hossam Hassan.

Pelatih berpengalaman itu menduga perangkat pertandingan berada di bawah tekanan agar Lionel Messi dan Argentina tidak tersingkir lebih cepat.

"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia di kompetisi ini, mungkin mereka ingin Messi tetap ikut serta dalam persaingan," sindir Hossam Hassan kepada BeIN Sports.

Load More