- Angka pembunuhan di Meksiko menurun drastis selama Piala Dunia 2026 yang berlangsung dari Juni hingga Juli.
- Pemerintah mengaitkan penurunan tersebut dengan strategi keamanan, namun peneliti Universidad Iberoamericana meragukan klaim kesuksesan tersebut.
- Studi memperingatkan bahwa penurunan pembunuhan bisa terjadi akibat pergeseran bentuk kekerasan atau keterbatasan sistem pencatatan data.
Suara.com - Ada satu fenomena menarik selama perhelatan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AS, Meksiko dan Kanada.
Angka pembunuhan di Meksiko mengalami penurunan selama Piala Dunia 2026 sempat dianggap sebagai kabar baik.
Namun, studi dari Universidad Iberoamericana mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum tentu mencerminkan berkurangnya kekerasan secara keseluruhan.
Dalam laporan bertajuk “Menos homicidios, más preguntas”, para peneliti menegaskan bahwa turunnya angka pembunuhan perlu dianalisis lebih dalam.
“Pertanyaan utamanya bukan hanya apakah pembunuhan menurun, tetapi apa yang menyebabkan penurunan itu,” tulis studi tersebut dikutip dari Infobae
Data menunjukkan, selama periode 11 Juni hingga 5 Juli 2026, tercatat 1.007 kasus pembunuhan atau rata-rata 40 kasus per hari.
Bahkan, pada 6 Juli hanya tercatat 25 kasus, angka terendah dalam lebih dari delapan tahun terakhir.
Pemerintah federal menilai capaian ini sebagai hasil dari strategi keamanan nasional.
Namun, para peneliti menilai kesimpulan tersebut terlalu dini jika tidak disertai analisis menyeluruh terhadap berbagai faktor.
Baca Juga: Lionel Scaloni Ungkap Dua M yang Bikin Argentina Comeback Kalahkan Mesir
Studi tersebut mengidentifikasi sedikitnya enam kemungkinan penyebab, mulai dari perubahan struktur sosial, kontrol wilayah oleh kelompok kriminal, hingga kemungkinan adanya pergeseran bentuk kekerasan ke praktik lain seperti penculikan dan pemerasan.
“Penurunan pembunuhan bisa saja terjadi bersamaan dengan meningkatnya bentuk kekerasan lain, seperti penghilangan paksa atau extorsi,” tulis laporan tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas yang terlihat bisa jadi bersifat semu.
Peneliti juga menyoroti kemungkinan adanya keterbatasan dalam sistem pencatatan data.
Jika sebagian kasus kekerasan tidak tercatat sebagai pembunuhan, maka penurunan angka tidak sepenuhnya mencerminkan realitas di lapangan.
Berita Terkait
-
Lionel Scaloni Ungkap Dua M yang Bikin Argentina Comeback Kalahkan Mesir
-
Wanita yang Buat Kevin De Bruyne dan Courtois Tak Saling Sapa Lebih dari Satu Dekade
-
Hanya 1 Pemain Brasil yang Berani Pulang Kampung Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Tuding Argentina Menang Dibantu Wasit Francois Letexier, Pemain Mesir Bawa-bawa Tuhan
-
PBB Turun Tangan! Senator Paraguay yang Hina Rasis Mbappe Melawan Balik
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Skandal Wasit Francois Letexier: Curangi Timnas Indonesia hingga 'Bantu' Argentina di Piala Dunia
-
Hasil Swiss vs Kolombia: Die Nati Menang Adu Penalti, Tantang Argentina di Perempat Final
-
Pelatih Mesir Semprot FIFA: Mereka Ingin Lionel Messi Terus Berada di Piala Dunia 2026!
-
Wasit Francois Letexier Dituding Untungkan Argentina, Suporter Mesir Murka
-
Emosi dan Air Mata Lionel Messi: Apa yang Argentina Lakukan Benar-benar Gila
-
Kalah Dramatis dari Argentina, Pelatih Mesir: Francois Letexier Rugikan The Pharaohs
-
Ulasan Taktik Cerdas Lionel Scaloni: Perubahan Berani di Babak Kedua Jadi Kunci
-
Presiden Argentina Histeris Lihat Comeback Dramatis Lionel Messi Cs
-
Lionel Scaloni Ungkap Dua M yang Bikin Argentina Comeback Kalahkan Mesir
-
Wanita yang Buat Kevin De Bruyne dan Courtois Tak Saling Sapa Lebih dari Satu Dekade