- Argentina mengalahkan Mesir 3-2 di Piala Dunia 2026 Atlanta melalui keputusan kontroversial pembatalan gol via VAR.
- Intervensi politik Presiden AS terkait skorsing Folarin Balogun memicu spekulasi mengenai pengaruh kepentingan bisnis terhadap FIFA.
- Pakar dan pengamat mempertanyakan konsistensi wasit serta transparansi FIFA dalam menjaga integritas turnamen bagi nilai komersial.
Gol kedua Mesir baru dianulir beberapa saat setelah bola bersarang di gawang Argentina melalui tinjauan VAR.
Sebaliknya, sejumlah insiden yang melibatkan pemain Argentina tidak mendapatkan peninjauan serupa.
"Setidaknya, standar perwasitan selama pertandingan tersebut agak tidak konsisten, meskipun para kritikus jelas membuat klaim yang jauh lebih serius," kata Chadwick.
Laporan Al Jazeera juga menyebut Jose Mourinho mengkritik jalannya pertandingan dan menyebut laga tersebut sebagai sebuah "perampokan di siang bolong".
Analis sepak bola Ali El Garni turut memberikan pandangannya terhadap pertandingan tersebut.
"Argentina diuntungkan dari semua insiden 50/50," ujar Ali El Garni.
Ia mempertanyakan apakah VAR akan mengambil keputusan yang sama apabila situasi serupa dialami Argentina.
Daya Tarik Messi Jadi Perbincangan
Meski demikian, Chadwick menegaskan dirinya tidak menyimpulkan adanya pengaturan pertandingan.
Baca Juga: Lolos Perempat Final, Swiss dan Seni Bertahan: Ancaman Ambisi Argentina
Namun, ia mengakui Lionel Messi memiliki nilai komersial yang sangat besar bagi turnamen.
"Tidak ada keraguan bahwa Messi adalah daya tarik box office yang benar-benar tidak boleh dilewatkan oleh turnamen ini," ungkap Chadwick.
Menurutnya, salah satu solusi untuk meningkatkan transparansi adalah membuka komunikasi antara wasit dan VAR kepada publik, sehingga penonton dapat memahami alasan di balik setiap keputusan penting.
FIFA pun kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penggunaan VAR dan kualitas kepemimpinan wasit pada sisa pertandingan Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
-
Christian Pulisic Kecewa Berat, Amerika Serikat Akhiri Piala Dunia 2026 Secara Tragis
-
Belum Kebobolan di Piala Dunia 2026, Marc Cucurella Pede Spanyol Bisa Jadi Juara
-
Murat Yakin Akui Swiss Beruntung Singkirkan Kolombia, Kini Siap Tantang Argentina
-
Piala Dunia 2026: Juara Bertahan Terus Bersinar, tapi Dihantui Segudang PR Besar
-
Tangis Mostafa Zico Usai Didepak Argentina: Wasit Rampok Kerja Keras Bangsa Mesir!
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Kembali Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Christian Pulisic Kecewa Berat, Amerika Serikat Akhiri Piala Dunia 2026 Secara Tragis
-
Bruno Fernandes Yakin Portugal Bisa Juara Piala Dunia Tanpa Cristiano Ronaldo
-
Belum Kebobolan di Piala Dunia 2026, Marc Cucurella Pede Spanyol Bisa Jadi Juara
-
Murat Yakin Akui Swiss Beruntung Singkirkan Kolombia, Kini Siap Tantang Argentina
-
Tangis Mostafa Zico Usai Didepak Argentina: Wasit Rampok Kerja Keras Bangsa Mesir!
-
Penantian 72 Tahun Berakhir, Granit Xhaka Sebut Skuad Swiss Sekarang Sangat Luar Biasa
-
Update Top Skor Piala Dunia 2026: Lionel Messi Jauhi Kejaran Haaland dan Mbappe
-
Deretan Kontroversi Kemenangan Argentina atas Mesir: Dari Gol Dianulir hingga Hujan Kartu Kuning
-
Cuma 40 Kasus per Hari! Angka Pembunuhan di Meksiko Turun Pesat Selama Piala Dunia 2026