Bola / Bola Dunia
Rabu, 08 Juli 2026 | 10:53 WIB
Profesor olahraga Simon Chadwick menilai kontroversi VAR pada laga Argentina vs Mesir memicu krisis kepercayaan terhadap FIFA di Piala Dunia 2026. (Instagram/@afaseleccionen)
Baca 10 detik
  • Argentina mengalahkan Mesir 3-2 di Piala Dunia 2026 Atlanta melalui keputusan kontroversial pembatalan gol via VAR.
  • Intervensi politik Presiden AS terkait skorsing Folarin Balogun memicu spekulasi mengenai pengaruh kepentingan bisnis terhadap FIFA.
  • Pakar dan pengamat mempertanyakan konsistensi wasit serta transparansi FIFA dalam menjaga integritas turnamen bagi nilai komersial.

Gol kedua Mesir baru dianulir beberapa saat setelah bola bersarang di gawang Argentina melalui tinjauan VAR.

Sebaliknya, sejumlah insiden yang melibatkan pemain Argentina tidak mendapatkan peninjauan serupa.

"Setidaknya, standar perwasitan selama pertandingan tersebut agak tidak konsisten, meskipun para kritikus jelas membuat klaim yang jauh lebih serius," kata Chadwick.

Laporan Al Jazeera juga menyebut Jose Mourinho mengkritik jalannya pertandingan dan menyebut laga tersebut sebagai sebuah "perampokan di siang bolong".

Analis sepak bola Ali El Garni turut memberikan pandangannya terhadap pertandingan tersebut.

"Argentina diuntungkan dari semua insiden 50/50," ujar Ali El Garni.

Ia mempertanyakan apakah VAR akan mengambil keputusan yang sama apabila situasi serupa dialami Argentina.

Daya Tarik Messi Jadi Perbincangan

Meski demikian, Chadwick menegaskan dirinya tidak menyimpulkan adanya pengaturan pertandingan.

Baca Juga: Lolos Perempat Final, Swiss dan Seni Bertahan: Ancaman Ambisi Argentina

Namun, ia mengakui Lionel Messi memiliki nilai komersial yang sangat besar bagi turnamen.

"Tidak ada keraguan bahwa Messi adalah daya tarik box office yang benar-benar tidak boleh dilewatkan oleh turnamen ini," ungkap Chadwick.

Menurutnya, salah satu solusi untuk meningkatkan transparansi adalah membuka komunikasi antara wasit dan VAR kepada publik, sehingga penonton dapat memahami alasan di balik setiap keputusan penting.

FIFA pun kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penggunaan VAR dan kualitas kepemimpinan wasit pada sisa pertandingan Piala Dunia 2026.

Load More