Bola / Bola Dunia
Rabu, 08 Juli 2026 | 18:10 WIB
Fernando Guerrero mengkritik keputusan VAR yang menganulir gol Mesir saat melawan Argentina di Piala Dunia 2026. Ia menilai protokol VAR tidak diterapkan dengan benar. [Dok. FIFA]
Baca 10 detik
  • Argentina menang 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang diwarnai kontroversi keputusan wasit.
  • Mantan wasit FIFA, Fernando Guerrero, mengkritik dianulirnya gol kedua Mesir karena dianggap tidak sesuai protokol VAR.
  • Kesalahan teknis penerapan VAR tersebut dinilai merugikan tim Mesir dan memengaruhi hasil akhir pertandingan babak 16 besar.

Suara.com - Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir terus memicu perdebatan mengenai kualitas kepemimpinan wasit serta penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Kemenangan dramatis Argentina dengan skor 3-2 dinilai menyisakan kekecewaan bagi kubu Mesir yang merasa sejumlah keputusan wasit memengaruhi hasil pertandingan.

Kini, mantan wasit elite FIFA, Fernando Guerrero, ikut memberikan penjelasan teknis terkait kontroversi tersebut.

Fernando Guerrero, wasit asal Meksiko yang pernah bertugas pada Piala Dunia 2022 di Qatar, melontarkan kritik melalui akun media sosial X.

Guerrero menilai penggunaan VAR dalam laga tersebut tidak sesuai dengan protokol yang berlaku.

Kritik terhadap Penerapan VAR

Fokus utama kritik Guerrero tertuju pada dianulirnya gol kedua Mesir yang seharusnya membuat mereka unggul 2-0 atas Argentina.

Menurut analisisnya, tidak ada pelanggaran yang layak dijadikan alasan untuk membatalkan gol tersebut.

"Wasit dan VAR salah karena menganulir gol Salah untuk Mesir," tulis Fernando Guerrero melalui akun X miliknya, seperti dikutip Marca.

Baca Juga: Christian Pulisic Kecewa Berat, Amerika Serikat Akhiri Piala Dunia 2026 Secara Tragis

Guerrero menjelaskan bahwa insiden tersebut tidak memenuhi syarat untuk ditinjau melalui Attacking Possession Phase (APP).

Menurutnya, Argentina masih memiliki cukup waktu dan kesempatan untuk merebut kembali penguasaan bola sebelum gol tercipta.

Dinilai Bertentangan dengan Protokol

Guerrero mencatat para pemain Argentina memiliki beberapa peluang untuk menghentikan serangan Mesir, tetapi gagal melakukannya.

Karena itu, ia menilai keputusan membatalkan gol tersebut bertentangan dengan protokol VAR.

"Keputusan tersebut sepenuhnya bertentangan dengan protokol VAR, yang menyatakan bahwa ofisial hanya boleh melakukan intervensi jika ada rangkaian serangan yang jelas dan tim yang kehilangan penguasaan bola tidak memiliki peluang realistis untuk mendapatkan bola kembali," jelas Guerrero.

Load More