- Argentina menang 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang diwarnai kontroversi keputusan wasit.
- Mantan wasit FIFA, Fernando Guerrero, mengkritik dianulirnya gol kedua Mesir karena dianggap tidak sesuai protokol VAR.
- Kesalahan teknis penerapan VAR tersebut dinilai merugikan tim Mesir dan memengaruhi hasil akhir pertandingan babak 16 besar.
Suara.com - Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir terus memicu perdebatan mengenai kualitas kepemimpinan wasit serta penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR).
Kemenangan dramatis Argentina dengan skor 3-2 dinilai menyisakan kekecewaan bagi kubu Mesir yang merasa sejumlah keputusan wasit memengaruhi hasil pertandingan.
Kini, mantan wasit elite FIFA, Fernando Guerrero, ikut memberikan penjelasan teknis terkait kontroversi tersebut.
Fernando Guerrero, wasit asal Meksiko yang pernah bertugas pada Piala Dunia 2022 di Qatar, melontarkan kritik melalui akun media sosial X.
Guerrero menilai penggunaan VAR dalam laga tersebut tidak sesuai dengan protokol yang berlaku.
Kritik terhadap Penerapan VAR
Fokus utama kritik Guerrero tertuju pada dianulirnya gol kedua Mesir yang seharusnya membuat mereka unggul 2-0 atas Argentina.
Menurut analisisnya, tidak ada pelanggaran yang layak dijadikan alasan untuk membatalkan gol tersebut.
"Wasit dan VAR salah karena menganulir gol Salah untuk Mesir," tulis Fernando Guerrero melalui akun X miliknya, seperti dikutip Marca.
Baca Juga: Christian Pulisic Kecewa Berat, Amerika Serikat Akhiri Piala Dunia 2026 Secara Tragis
Guerrero menjelaskan bahwa insiden tersebut tidak memenuhi syarat untuk ditinjau melalui Attacking Possession Phase (APP).
Menurutnya, Argentina masih memiliki cukup waktu dan kesempatan untuk merebut kembali penguasaan bola sebelum gol tercipta.
Dinilai Bertentangan dengan Protokol
Guerrero mencatat para pemain Argentina memiliki beberapa peluang untuk menghentikan serangan Mesir, tetapi gagal melakukannya.
Karena itu, ia menilai keputusan membatalkan gol tersebut bertentangan dengan protokol VAR.
"Keputusan tersebut sepenuhnya bertentangan dengan protokol VAR, yang menyatakan bahwa ofisial hanya boleh melakukan intervensi jika ada rangkaian serangan yang jelas dan tim yang kehilangan penguasaan bola tidak memiliki peluang realistis untuk mendapatkan bola kembali," jelas Guerrero.
Berita Terkait
-
Lengkap! Daftar 8 Tim dan Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Kembali Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Babak Belur di Kandang Sendiri: Akhir Perjalanan Tragis AS, Kanada, dan Meksiko di Piala Dunia 2026
-
Profesor Olahraga Soroti Integritas FIFA, Kontroversi Argentina vs Mesir Rusak Kepercayaan Publik
-
Kontroversi VAR Argentina Menang Dramatis, Mesir Kehilangan Keadilan?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut