Bola / Bola Dunia
Minggu, 12 Juli 2026 | 08:04 WIB
Timnas Argentina tampil dengan ban lengan hitam saat menghadapi Swiss di perempat final Piala Dunia 2026. [Dok FIFA]
Baca 10 detik
  • Timnas Argentina mengenakan ban lengan hitam saat melawan Swiss di Stadion Kansas City pada Minggu, 12 Juli 2026.
  • Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan bagi legenda sepak bola Argentina, Antonio Rattin, yang baru saja wafat.
  • Sebelum laga dimulai, diadakan satu menit mengheningkan cipta untuk mengenang pemain Afrika Selatan, Jayden Adams, yang telah meninggal.

Suara.com - Timnas Argentina tampil dengan ban lengan hitam saat menghadapi Swiss di perempat final Piala Dunia 2026.

Laga yang digelar di Stadion Kansas City, Minggu (12/7) pagi, diwarnai nuansa duka sebagai bentuk penghormatan kepada dua sosok yang baru saja wafat.

FIFA memberikan izin kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) untuk penggunaan ban hitam tersebut.

Penghormatan ini ditujukan kepada Antonio Rattín, legenda Boca Juniors dan timnas Argentina yang meninggal dunia di usia 89 tahun.

Selain itu, sebelum pertandingan dimulai, juga dilakukan satu menit mengheningkan cipta.

Momen tersebut ditujukan untuk mengenang pemain asal Afrika Selatan, Jayden Adams, yang meninggal dunia di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius [Instagram]

Antonio Rattín dikenal sebagai salah satu ikon sepak bola Argentina.

Gelandang bertahan yang dijuluki El Rata itu menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama Boca Juniors dan tim nasional Argentina.

Selama 15 tahun berkarier, Rattín mencatatkan 382 penampilan bersama Boca dan memenangkan empat gelar domestik.

Baca Juga: Kemenangan Inggris! Piala Dunia 2026 Resmi Cetak Rekor 14 Laga Comeback

Rattin juga menjadi simbol permainan keras dan penuh karakter yang kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya.

Rattín juga dikenal lewat momen kontroversial di Piala Dunia 1966.

Saat menghadapi Inggris, ia diusir wasit dalam laga tanpa sistem kartu, dan insiden tersebut menjadi salah satu pemicu lahirnya kartu kuning dan merah pada edisi berikutnya.

Di level internasional, Rattín memperkuat Argentina sepanjang 1959 hingga 1969.

Ia mencatatkan 21 caps dan tampil di dua edisi Piala Dunia, yakni 1962 dan 1966.

Load More