Bola / Bola Dunia
Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01 WIB
Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius [Instagram]
Baca 10 detik
  • Gelandang tim nasional Afrika Selatan, Jayden Adams, meninggal dunia di Cape Town pada usia 25 tahun.
  • Pihak berwenang saat ini sedang menyelidiki penyebab kematian mantan pemain Mamelodi Sundowns tersebut secara lebih mendalam.
  • Adams dikenal luas setelah tampil membela negaranya pada ajang Piala Dunia 2026 yang berlangsung baru-baru ini.

Suara.com - Dunia sepak bola berduka atas meninggalnya Jayden Adams, gelandang tim nasional Afrika Selatan yang tampil di Piala Dunia 2026.

Pemain berusia 25 tahun itu ditemukan tidak bernyawa di sebuah rumah di Cape Town.

Hingga kini, penyebab kematian Adams masih belum diketahui.

Media lokal menyebut pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Adams baru saja tampil bersama Afrika Selatan di ajang Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Ia bahkan tampil di tiga laga fase grup melawan Meksiko, Republik Ceko, dan Korea Selatan.

Serikat Pesepak Bola Afrika Selatan menyampaikan penghormatan terakhir melalui pernyataan resmi.

Mereka mengenang Adams sebagai sosok rendah hati dengan bakat luar biasa.

“Kematian telah merenggut salah satu dari kami. Ia adalah pemain luar biasa dan kebanggaan bagi Afrika Selatan. Warisannya tidak akan pernah dilupakan,” tulis pernyataan tersebut.

Baca Juga: 5 Koleksi Tas Hermes Erling Haaland, Seri Birkin Jadi Favorit Sang Striker

Sepanjang kariernya, Adams mencatatkan 206 penampilan dengan torehan 15 gol dan 13 assist.

Ia memulai karier profesional bersama Stellenbosch sebelum bergabung dengan Mamelodi Sundowns pada awal 2025.

Bersama Sundowns, Adams sukses meraih gelar Liga Champions CAF, menegaskan statusnya sebagai salah satu gelandang menjanjikan di Afrika.

Performanya yang konsisten membuatnya dipercaya memperkuat tim nasional.

Agen Adams, Brendine Johnson, menyebut kepergian kliennya menjadi pukulan berat bagi keluarga dan orang terdekat.

Ia meminta publik menghormati privasi keluarga di tengah situasi duka.

“Ini adalah situasi yang sangat menyakitkan. Keluarga belum siap memberikan respons apa pun. Kepergian ini menghancurkan kami semua,” ujarnya dikutip dari TycSport.

Hingga saat ini, klub terakhirnya belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, pihak terkait telah menyerukan agar publik memberikan ruang dan penghormatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Load More