- Kylian Mbappe menyatakan Prancis belum layak disebut tim terbaik karena belum memenangkan gelar juara Piala Dunia 2026.
- Prancis berhasil melaju ke babak semifinal di Boston setelah meraih kemenangan krusial atas Maroko dalam pertandingan tersebut.
- Mbappe siap menghadapi Belgia atau Spanyol di semifinal sekaligus menjalankan perannya menjaga mentalitas dan kebersamaan timnas Prancis.
Suara.com - Kylian Mbappe menegaskan Prancis belum pantas disebut sebagai tim terbaik sepanjang sejarah, meski baru saja melaju ke semifinal Piala Dunia 2026.
Penyerang andalan Les Bleus itu memilih meredam euforia usai kemenangan atas Maroko.
“Apakah ini tim Prancis terbaik? Kami belum memenangkan apa pun,” ujar Mbappé usai laga di Boston dikutip dari Diario AS.
Mbappe juga tidak mempersoalkan calon lawan di semifinal.
Striker Real Madrid itu menilai baik Belgia maupun Spanyol sama-sama berbahaya dan siap menghadapi siapa pun.
“Bagi saya sama saja. Jika Belgia, ya Belgia. Jika Spanyol, ya Spanyol. Ini semifinal, pasti pertandingan sulit,” katanya.
Selain tampil gemilang di lapangan, Mbappe juga menunjukkan peran penting sebagai pemimpin tim.
Ia mengaku memiliki tanggung jawab lebih, terutama dalam menjaga mental dan kebersamaan skuad.
“Saya harus memberi contoh, terutama secara emosional. Saya sudah lebih sering bermain di Piala Dunia dan tahu bagaimana membantu rekan-rekan,” ucapnya.
Baca Juga: Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
Mbappe menyebut suasana di tim Prancis sangat solid.
Kylian Mbappe memiliki kedekatan dengan banyak pemain, termasuk para pemain muda yang kini mulai menatapnya sebagai sosok senior.
“Ini tim yang saya cintai. Banyak dari mereka adalah teman lama saya, dan pemain muda melihat saya sebagai pemain yang lebih berpengalaman,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan
-
Euforia Berujung Maut! Remaja Putri Tewas Saat Rayakan Kemenangan Prancis
-
Susunan Pemain Spanyol vs Belgia: De la Fuente Coret Pedri Diganti Fabian Ruiz
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan
-
Euforia Berujung Maut! Remaja Putri Tewas Saat Rayakan Kemenangan Prancis
-
Susunan Pemain Spanyol vs Belgia: De la Fuente Coret Pedri Diganti Fabian Ruiz
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Intip Menu TC Timnas Indonesia di Bali: Dari Genjot Fisik hingga Asah Lini Depan
-
Gothia Cup 2026: Akademi Persib Cimahi Bidik Back to Back Juara
-
Ogah Sesumbar, Spanyol Fokus Lawan Belgia Sebelum Bicara Semifinal Piala Dunia 2026
-
Nicholas Raskin Minta Belgia Main Pragmatis demi Singkirkan Spanyol di Piala Dunia 2026