Bola / Bola Dunia
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:54 WIB
Potret Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 (Yahoo Sports)
Baca 10 detik
  • Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Prancis dua gol tanpa balas.

  • Luis de la Fuente menegaskan kesuksesan ini adalah buah dari konsistensi taktik sejak empat tahun lalu.

  • Kemenangan La Roja mematahkan rekor kemenangan beruntun skuad Prancis sejak fase grup.

Suara.com - Spanyol sukses menyudahi dahaga panjang selama 16 tahun untuk kembali merasakan atmosfer partai puncak turnamen sepak bola terakbar di bumi. Ketangguhan taktik La Roja memaksa tim bertabur bintang Prancis angkat koper lebih awal dari kompetisi Piala Dunia 2026.

Stadion AT&T di Arlington menjadi saksi bisu bagaimana dominasi permainan diperagakan secara apik oleh anak-asuh Luis de la Fuente. Sepasang gol dari Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro menjadi pembeda sekaligus penentu tiket final yang krusial ini.

Kemenangan meyakinkan tersebut memutus rekor impresif Les Bleus yang belum pernah tersentuh kekalahan sejak laga pembuka. Racikan strategi De la Fuente terbukti ampuh membongkar pertahanan rapat yang selama ini menjadi kebanggaan lawan.

Kontroversi Semifinal Piala Dunia 2026? Yamal Handball, Spanyol yang Dapat Penalti [Tangkap layar X]

Keberhasilan menembus babak final ini bukan sebuah kebetulan atau keberuntungan sesaat bagi tim matador. Sang juru taktik menegaskan bahwa performa impresif ini merupakan hasil dari proses panjang yang dirawat dengan kesabaran.

"Kami memulainya hampir empat tahun lalu dengan ide dan kami terus berpegang teguh kepada ide tersebut dan itu membawa kami di sini (final)," tegas De la Fuente.

Filosofi permainan yang konsisten membuat para pemain memahami peran mereka dengan sangat matang di lapangan. Kematangan taktik ini yang membuat Spanyol tampil dominan dan sangat percaya diri sepanjang pertandingan semifinal.

Prancis yang dikenal memiliki kedalaman skuad mengerikan dibuat tidak berdaya meredam agresivitas serangan La Roja. De la Fuente pun tidak ragu melayangkan pujian tinggi atas etos kerja yang ditunjukkan oleh anak asuhnya.

"Para pemain ini layak mendapatkan segalanya, hari demi hari mereka telah menunjukkan komitmen, solidaritas, kemurahan hati, dan bakat mereka. Mereka membuat hal yang sulit tampak mudah," kata De La Fuente.

Kini fokus penuh langsung dialihkan ke laga pamungkas untuk merebut trofi emas yang sudah lama dinantikan publik Spanyol. Mereka tinggal menunggu pemenang antara Inggris dan Argentina yang akan menjadi penantang di partai final nanti.

Baca Juga: Rencana Gila FIFA di Final Piala Dunia 2026, Bakal Ada Konser Musik di Jeda Babak I

Sebelum dipulangkan oleh Spanyol, langkah armada Didier Deschamps sebenarnya nyaris tidak terbendung oleh tim mana pun. Prancis datang ke semifinal dengan catatan superior yang menakutkan bagi setiap lawan yang menghadang.

Raksasa Eropa tersebut sebelumnya sukses menyapu bersih kemenangan atas Senegal, Irak, Norwegia, Swedia, Paraguay, hingga Maroko. Gawang mereka bahkan tercatat baru kebobolan dua kali sebelum akhirnya jebol dua gol oleh skema ofensif Spanyol.

Load More