-
Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Prancis dua gol tanpa balas.
-
Luis de la Fuente menegaskan kesuksesan ini adalah buah dari konsistensi taktik sejak empat tahun lalu.
-
Kemenangan La Roja mematahkan rekor kemenangan beruntun skuad Prancis sejak fase grup.
Suara.com - Spanyol sukses menyudahi dahaga panjang selama 16 tahun untuk kembali merasakan atmosfer partai puncak turnamen sepak bola terakbar di bumi. Ketangguhan taktik La Roja memaksa tim bertabur bintang Prancis angkat koper lebih awal dari kompetisi Piala Dunia 2026.
Stadion AT&T di Arlington menjadi saksi bisu bagaimana dominasi permainan diperagakan secara apik oleh anak-asuh Luis de la Fuente. Sepasang gol dari Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro menjadi pembeda sekaligus penentu tiket final yang krusial ini.
Kemenangan meyakinkan tersebut memutus rekor impresif Les Bleus yang belum pernah tersentuh kekalahan sejak laga pembuka. Racikan strategi De la Fuente terbukti ampuh membongkar pertahanan rapat yang selama ini menjadi kebanggaan lawan.
Keberhasilan menembus babak final ini bukan sebuah kebetulan atau keberuntungan sesaat bagi tim matador. Sang juru taktik menegaskan bahwa performa impresif ini merupakan hasil dari proses panjang yang dirawat dengan kesabaran.
"Kami memulainya hampir empat tahun lalu dengan ide dan kami terus berpegang teguh kepada ide tersebut dan itu membawa kami di sini (final)," tegas De la Fuente.
Filosofi permainan yang konsisten membuat para pemain memahami peran mereka dengan sangat matang di lapangan. Kematangan taktik ini yang membuat Spanyol tampil dominan dan sangat percaya diri sepanjang pertandingan semifinal.
Prancis yang dikenal memiliki kedalaman skuad mengerikan dibuat tidak berdaya meredam agresivitas serangan La Roja. De la Fuente pun tidak ragu melayangkan pujian tinggi atas etos kerja yang ditunjukkan oleh anak asuhnya.
"Para pemain ini layak mendapatkan segalanya, hari demi hari mereka telah menunjukkan komitmen, solidaritas, kemurahan hati, dan bakat mereka. Mereka membuat hal yang sulit tampak mudah," kata De La Fuente.
Kini fokus penuh langsung dialihkan ke laga pamungkas untuk merebut trofi emas yang sudah lama dinantikan publik Spanyol. Mereka tinggal menunggu pemenang antara Inggris dan Argentina yang akan menjadi penantang di partai final nanti.
Baca Juga: Rencana Gila FIFA di Final Piala Dunia 2026, Bakal Ada Konser Musik di Jeda Babak I
Sebelum dipulangkan oleh Spanyol, langkah armada Didier Deschamps sebenarnya nyaris tidak terbendung oleh tim mana pun. Prancis datang ke semifinal dengan catatan superior yang menakutkan bagi setiap lawan yang menghadang.
Raksasa Eropa tersebut sebelumnya sukses menyapu bersih kemenangan atas Senegal, Irak, Norwegia, Swedia, Paraguay, hingga Maroko. Gawang mereka bahkan tercatat baru kebobolan dua kali sebelum akhirnya jebol dua gol oleh skema ofensif Spanyol.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala
-
Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League
-
Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!
-
SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang
-
5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian
-
Dari Sisa Operasional Kopi Menjadi Barang Gaya Hidup, Ketika Keberlanjutan Tak Berhenti di Secangkir
-
4 Shio Paling Beruntung 30 Agustus 2026: Siap-Siap Panen Rezeki di Akhir Bulan
-
Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak
-
Siswa di Kampar Diduga Dianiaya Senior, Sempat Dilarikan ke RS karena Hidung Patah