Bola / Bola Dunia
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:01 WIB
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, mencatatkan rekor luar biasa dengan membawa timnya ke final Piala Dunia 2026 tanpa satu pun kekalahan. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Pelatih Luis de la Fuente membawa timnas Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 tanpa mengalami kekalahan.
  • Spanyol mengamankan tiket final usai mengalahkan Prancis 2-0 pada babak semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung intens.
  • Catatan tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan De la Fuente menjadi 14 pertandingan beruntun di turnamen internasional besar.

Suara.com - Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, mencatatkan rekor luar biasa dengan membawa timnya ke final Piala Dunia 2026 tanpa satu pun kekalahan.

Kepastian itu didapat setelah La Roja menyingkirkan Prancis 2-0 di semifinal Piala Dunia 2026.

Kemenangan tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan De la Fuente menjadi 14 pertandingan di ajang besar, yakni Euro dan Piala Dunia.

Catatan ini menjadi salah satu yang paling impresif dalam sejarah sepak bola internasional.

Perjalanan sempurna itu dimulai dari Euro 2024.

Saat itu, Spanyol menyapu bersih tujuh laga dengan kemenangan, termasuk saat menghadapi tim-tim kuat seperti Kroasia, Italia, Jerman, Prancis, hingga Inggris.

Dominasi berlanjut di Piala Dunia 2026.

Luis De la Fuente membawa Spanyol melewati tujuh pertandingan menuju final, terdiri dari fase grup hingga babak gugur.

Di fase knockout, Spanyol menumbangkan Austria, Portugal, Belgia, dan Prancis.

Baca Juga: Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, De la Fuente: Pemain Luar Biasa

Menariknya, Spanyol tidak selalu menang dengan cara mudah.

Tim Matador juga menghadapi laga-laga sulit, termasuk harus mencetak gol penentu di menit akhir saat melawan Portugal dan Belgia.

Gol-gol krusial tersebut lahir dari pemain cadangan, Mikel Merino.

Hal ini menunjukkan kedalaman skuad dan kecermatan strategi De la Fuente.

Kesuksesan ini terasa spesial karena De la Fuente sempat diragukan saat pertama kali menangani tim senior.

Ia sebelumnya lebih dikenal sebagai pelatih di level kelompok umur selama lebih dari satu dekade.

Namun, kedekatannya dengan para pemain justru menjadi kekuatan utama. Ia mampu membangun tim dengan chemistry kuat dan identitas permainan yang konsisten.

Kini, De la Fuente hanya tinggal selangkah lagi mencetak sejarah besar.

Setelah menjuarai Euro 2024, ia berpeluang menutup dua turnamen besar pertamanya dengan dua gelar tanpa kekalahan.

Load More