- Inggris dan Argentina akan bertemu di semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium dengan membawa sejarah rivalitas panjang.
- Perseteruan kedua negara berakar dari insiden kontroversial Piala Dunia 1966 dan memori Perang Malvinas pada tahun 1982.
- Pertandingan ini dianggap memiliki makna emosional mendalam bagi masyarakat Argentina dibandingkan sekadar kompetisi olahraga bagi publik Inggris.
Suara.com - Pertemuan Inggris dan Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 bukan sekadar perebutan tiket ke final. Duel ini kembali membangkitkan rivalitas panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Perseteruan kedua negara tidak hanya dipicu persaingan di lapangan, tetapi juga berakar dari insiden kontroversial pada Piala Dunia 1966 yang membentuk sejarah rivalitas mereka.
Publik sepak bola kembali mengingat momen ketika manajer legendaris Inggris, Sir Alf Ramsey, melabeli para pemain Argentina sebagai "binatang".
Julukan tersebut terlontar seusai laga perempat final Piala Dunia 1966 yang berlangsung keras. Saat itu, Ramsey bahkan melarang para pemain Inggris bertukar jersey dengan pemain Argentina.
Ucapan tersebut kemudian menjadi salah satu pemicu memburuknya hubungan sepak bola kedua negara dan terus dikenang oleh publik Argentina hingga sekarang.
Rivalitas yang Tak Pernah Padam
Dikutip dari The Independent, tensi tinggi mulai terasa di lingkungan kedua tim menjelang duel semifinal di Atlanta Stadium.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, berusaha meredam atmosfer panas dengan menegaskan bahwa pertandingan ini hanyalah laga sepak bola biasa.
Namun, suasana di kubu Argentina menunjukkan cerita berbeda. Para pemain dikabarkan menyanyikan lagu-lagu bernuansa nasionalisme yang berkaitan dengan Kepulauan Malvinas.
Baca Juga: Murka Deschamps Kritik Penunjukan Wasit Usai Prancis Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Bagi masyarakat Argentina, pertandingan melawan Inggris selalu memiliki makna yang melampaui sepak bola.
"Anda bisa merasakannya, ada sesuatu yang berbeda tentang pertandingan ini yang tidak berkaitan dengan sepak bola," ujar legenda Argentina, Diego Simeone.
Pandangan serupa juga disampaikan Javier Zanetti.
"Anda bisa merasakan gairah dan sejarah yang mengalir di setiap pertemuan melawan Inggris," kata mantan kapten Inter Milan tersebut.
Sejarah kemudian mencatat bahwa luka akibat insiden 1966 seolah terbalaskan lewat kemenangan Argentina atas Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986.
Pertandingan di Stadion Azteca dikenang berkat dua gol ikonik Diego Maradona, yakni "Tangan Tuhan" dan "Gol Abad Ini".
Berita Terkait
-
Inggris vs Argentina: Thomas Tuchel Kantongi Strategi Redam Lionel Messi
-
Kami Bermain Ceroboh: Pengakuan Jujur Mbappe Usai Prancis Dipermalukan Spanyol
-
Deschamps Ngeluh Soal Wasit, Luis de la Fuente Beri Balasan Menohok
-
Murka Deschamps Kritik Penunjukan Wasit Usai Prancis Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Tersingkirnya Prancis dan Penegasan Hakiki Sepak Bola Harus Dimainkan Secara Kolektif
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya
-
Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor
-
5 Serum Wajah yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia