Bola / Bola Dunia
Kamis, 16 Juli 2026 | 06:00 WIB
Logo UEFA [Instagram @uefa_official]
Baca 10 detik
  • Petinggi UEFA mendesak penggantian Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA menjelang pemilihan umum mendatang karena hilangnya kepercayaan anggota.
  • Ketidakpuasan muncul akibat intervensi politik Donald Trump terkait keputusan kontroversial wasit FIFA dalam ajang Piala Dunia 2026.
  • Beberapa tokoh sepak bola dunia dipertimbangkan sebagai kandidat penantang, namun belum ada sosok yang menyatakan kesediaan maju secara resmi.

Suara.com - Desakan untuk perubahan kepemimpinan di tubuh FIFA semakin menguat dari Eropa.

Sejumlah petinggi UEFA dikabarkan mulai kehilangan kepercayaan terhadap Gianni Infantino dan mendorong munculnya kandidat baru pada pemilihan presiden berikutnya.

Ketidakpuasan itu memuncak selama Piala Dunia 2026.

Salah satu pemicunya adalah keputusan kontroversial FIFA yang tidak menjatuhkan skorsing penuh kepada Folarin Balogun usai kartu merah di babak 16 besar.

Keputusan tersebut semakin panas setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku sempat menghubungi Infantino untuk membahas situasi Balogun.

Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru mengungkap lonjakan gajinya yang signifikan. [Istimewa]

Hal ini memicu kritik tajam terhadap independensi FIFA dalam mengambil keputusan.

UEFA sebelumnya sudah melontarkan kritik terbuka.

Kini, dorongan untuk menghadirkan penantang serius terhadap Infantino semakin nyata menjelang pemilihan presiden FIFA.

Nama Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, sempat mencuat sebagai kandidat kuat.

Baca Juga: Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia

Namun, ia dikabarkan lebih memilih bertahan di posisinya saat ini.

Sosok lain yang diharapkan maju adalah Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi.

Meski demikian, ia juga belum menunjukkan minat untuk terjun dalam bursa pemilihan.

Alternatif lain datang dari Dariusz Mioduski, pemilik Legia Warsawa.

Beberapa federasi besar Eropa seperti Polandia, Spanyol, Jerman, Norwegia, Swedia, hingga Bosnia dan Herzegovina disebut siap memberikan dukungan.

Dari luar Eropa, nama Presiden CONCACAF Victor Montagliani dan Ketua CAF Patrice Motsepe turut masuk radar.

Namun, Motsepe diperkirakan baru akan maju pada 2031, saat Infantino tidak lagi menjabat.

Load More