Bola / Bola Dunia
Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:05 WIB
Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol dibayangi kabut asap akibat kebakaran hutan Kanada. Pakar mengingatkan risiko kesehatan bagi pemain dan suporter. [X/@ActuFoot_]
Baca 10 detik
  • Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol di New York terancam polusi asap kebakaran hutan Kanada.
  • Kualitas udara buruk memicu kekhawatiran kesehatan bagi 80.000 penonton di stadion serta warga di sekitar lokasi pertandingan.
  • Pakar kesehatan menyarankan pencegahan risiko pernapasan, meski prakiraan cuaca menunjukkan kondisi udara akan membaik sebelum pertandingan dimulai.

Suara.com - Laga final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan juara bertahan Argentina dengan Spanyol dibayangi ancaman kabut asap di wilayah New York.

Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Kanada telah menyelimuti sebagian wilayah timur laut Amerika Serikat dan memicu peringatan kualitas udara dari otoritas setempat.

Meski kondisi cuaca diperkirakan membaik menjelang pertandingan, polusi udara tetap menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kesehatan para pemain dan suporter.

Lebih dari 80.000 penonton dijadwalkan memadati stadion di kawasan New York-New Jersey untuk menyaksikan partai final.

Selain itu, sekitar 50.000 orang diperkirakan berkumpul di Central Park, Manhattan, untuk menyaksikan pertandingan melalui layar lebar.

Kolase Lamine Yamal dan Nicolas Tagliafico jelang pertandingan final Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)

Pemerintah Kota New York mulai merasakan dampak kabut asap sejak awal pekan dan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

Pada Kamis, kualitas udara di New Jersey, lokasi stadion final, masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Pakar Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan

Kondisi tersebut menjadi perhatian para ahli cuaca dan kesehatan yang terus memantau perkembangan kualitas udara.

Baca Juga: Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

"Wilayah dengan asap terpadat sebenarnya dapat menyebabkan masalah pernapasan. Jadi, mereka yang mungkin sedikit lebih sensitif atau memiliki masalah pernapasan mungkin ingin tetap berada di dalam ruangan selama mungkin," ujar ahli meteorologi AccuWeather, Alex DaSilva.

Meski demikian, DaSilva optimistis kondisi udara akan membaik menjelang laga.

"Akan hujan deras pada hari Sabtu, jadi itu seharusnya menghilangkan banyak asap. Minggu pagi, saya pikir kita akan melihat front dingin datang melalui area tersebut dan itu seharusnya mengusir sisa asap yang kita lihat," tambahnya.

Gubernur New York, Kathy Hochul, juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan hingga kualitas udara membaik.

Fenomena asap akibat kebakaran hutan di Kanada memang kerap memengaruhi wilayah Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Ancaman bagi Pemain dan Suporter

Load More