Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 17 Juli 2026 | 01:40 WIB
Sebanyak 13 pemain naturalisasi Timnas Indonesia kini berkarier di Super League 2026/2027. Persib Bandung menjadi klub dengan koleksi pemain terbanyak. [Rahman/SuaraJabar]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 13 pemain naturalisasi resmi berkompetisi di Super League musim 2026/2027 untuk menjaga performa di Timnas Indonesia.
  • Persib Bandung menjadi klub paling agresif dengan merekrut lima pemain naturalisasi untuk memperkuat skuad pada musim ini.
  • Kepulangan pemain dari liga luar negeri bertujuan mendapatkan menit bermain reguler agar mudah dipantau pelatih tim nasional.

Suara.com - Super League 2026/2027 akan menjadi panggung bagi 13 pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang memutuskan melanjutkan karier di kompetisi domestik.

Kepulangan para penggawa Skuad Garuda ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keinginan mendapatkan menit bermain reguler hingga menjaga kebugaran demi mempertahankan tempat di Timnas Indonesia.

Persib Bandung menjadi klub paling agresif soal transfer pemain naturalisasi Timnas Indonesia.

Tercatat, mereka kini memiliki lima pemain keturunan berstatus penggawa Garuda selepas merekrut Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen jelang musim 2026/2027.

Sementara itu, Tim Geypens menjadi pemain naturalisasi Timnas Indonesia teranyar yang hijar ke Super League. Dia resmi berseragam Bali United setelah secara mengejutkan menolak perpanjangan kontrak dari klub Belanda, FC Emmen.

Fenomena ini menunjukkan perubahan tren dibandingkan musim-musim sebelumnya, ketika mayoritas pemain naturalisasi memilih berkarier di luar negeri.

Super League Jadi Pilihan Baru

Gol Perdana Tim Geypens Bawa FC Emmen Akhiri Paceklik Kemenangan. [Dok. IG FC Emmen]

Mayoritas pemain naturalisasi tersebut sebelumnya bermain di kompetisi Eropa, terutama di Belanda, baik di kasta tertinggi maupun kasta kedua.

Beberapa lainnya juga sempat berkarier di Belgia, Belanda, Thailand, hingga Australia.

Baca Juga: Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia

Berakhirnya kontrak bersama klub lama serta sulitnya menembus tim utama menjadi alasan utama mereka memilih pulang ke Indonesia.

Bagi sebagian pemain, tampil reguler di Super League dinilai lebih menguntungkan dibanding hanya menjadi pelapis di klub luar negeri.

Selain itu, bermain di kompetisi domestik memudahkan tim pelatih Timnas Indonesia memantau performa mereka secara langsung sepanjang musim.

Pro dan Kontra Kepulangan Pemain Abroad

Fenomena ini memunculkan beragam respons.

Di satu sisi, kehadiran pemain berpengalaman diyakini akan meningkatkan kualitas teknis dan profesionalisme Super League. Para pemain lokal pun berkesempatan belajar dari rekan setim yang memiliki pengalaman internasional.

Load More