- Timnas Indonesia menghadapi India yang berada di ranking 138 dunia pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
- India mengandalkan pertahanan rapat formasi 4-2-3-1 dan serangan balik namun memiliki kelemahan pada kecepatan lini belakang.
- Skuad Garuda memiliki peluang besar mendominasi pertandingan berkat keunggulan kecepatan dan kualitas pemain yang merata.
Suara.com - India menjadi salah satu lawan yang patut diperhitungkan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Meski secara ranking dan kualitas masih berada di bawah Garuda, tim berjuluk Blue Tigers itu memiliki karakter permainan yang bisa merepotkan jika tidak diantisipasi dengan tepat.
Berdasarkan ranking FIFA per Juli 2026, India hanya berada di posisi 138 dunia.
Catatan ini jauh dari masa terbaik mereka yang pernah menembus peringkat 94 dunia.
Lebih parah lagi, performa India terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
India gagal lolos ke berbagai ajang besar dan bahkan mengalami penurunan ranking setelah hasil buruk di sejumlah turnamen internasional.
Tak hanya itu, secara historis, India juga menunjukkan inkonsistensi.
Dari total lebih dari 500 pertandingan internasional, mereka hanya mencatat sekitar 36 persen kemenangan.
Meski demikian, India tetap punya senjata yang bisa menyulitkan Indonesia.
Baca Juga: Prapanca Murka Pemain Persija Dituding Biang Kerok Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Tim ini dikenal mengandalkan pertahanan rapat dengan formasi 4-2-3-1.
India cenderung bermain pasif, menunggu lawan menyerang, lalu melancarkan serangan balik cepat.
Nama-nama seperti Sandesh Jhingan di lini belakang dan Gurpreet Singh Sandhu di bawah mistar menjadi tulang punggung pertahanan.
Kombinasi ini membuat India cukup solid saat menghadapi tekanan.
Namun, di balik itu semua, kelemahan India juga sangat jelas.
Masalah utama mereka ada di kecepatan. Lini belakang India kerap kesulitan menghadapi pemain cepat.
Berita Terkait
-
Prapanca Murka Pemain Persija Dituding Biang Kerok Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Lupakan AFF 2026! Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup atau Herdman Mundur
-
Bukan Erick Thohir Wakili PSSI, Yunus Nusi Maju Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF
-
Tak Masuk Skuat Oxford, Marselino Ferdinan Berada di Sevilla, Gabung Klub Apa?
-
Gagal Total di Piala AFF 2026, John Herdman Bidik FIFA ASEAN Cup 2026
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global
-
Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35
-
Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI
-
Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan
-
Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia
-
PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak