- Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan pingsan saat melerai perkelahian istrinya di sebuah hotel North Coast akhir pekan lalu.
- Pihak Hossam Hassan menyatakan ia pingsan akibat kelelahan emosional, sementara versi lain menyebutnya sebagai korban keributan.
- Akibat insiden perkelahian tersebut, Hossam Hassan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Keributan itu sendiri juga diwarnai perbedaan pengakuan dari kedua pihak.
Dan Adam mengklaim dirinya menjadi korban setelah bertemu dengan Howaida El-Gharbawy dan anak-anaknya.
Ia menuduh mantan istri Hassan melempar minuman panas ke arahnya sebelum pertikaian berubah menjadi aksi fisik.
Adam juga mengaku dirinya dipukul dan diseret.
Ia bahkan menyebut anak-anaknya turut menjadi korban dalam kejadian tersebut.
Di sisi lain, pengacara Ahmed Hamd yang mewakili Howaida El-Gharbawy dan putrinya, Yara Hassan, memberikan versi berbeda.
Menurutnya, justru El-Gharbawy dan putrinya yang menjadi korban serangan.
Pihak El-Gharbawy juga disebut telah menghubungi polisi dan membuat laporan terkait insiden tersebut.
Nama Hossam Hassan sebelumnya menjadi perhatian dunia sepak bola setelah sikap kerasnya terhadap Argentina dan Lionel Messi pada Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Jurgen Klopp Resmi Ambil Alih Timnas Jerman, Misi Bangun Ulang Die Mannschaft Dimulai
Hassan dikenal sebagai salah satu legenda sepak bola Mesir.
Saat masih menjadi pemain, ia mencatatkan 177 penampilan bersama Timnas Mesir.
Sejak 2024, Hassan dipercaya menangani Timnas Mesir.
Karakternya yang keras juga beberapa kali menjadi sorotan, termasuk ketika ia mengkritik keputusan wasit dan mempertanyakan perlakuan terhadap Argentina dalam Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
-
Jurgen Klopp Resmi Ambil Alih Timnas Jerman, Misi Bangun Ulang Die Mannschaft Dimulai
-
Daftar Negara Sahabat Ucapkan HUT RI ke-81, Mesir Hingga Jerman
-
I.League Cabut Larangan Suporter Tandang, Pertama Sejak Tragedi Kanjuruhan
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Lionel Messi Mau Dibunuh: Dari Bom Rakitan hingga Ditembak Senjata AR-15
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026
-
Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit
-
Pendakian Gunung Gede Ditutup hingga 31 Agustus, TNGGP Pastikan Kondisi Pascakebakaran
-
Mensesneg Ungkap Status Guru PPPK Akan Dipindah Jadi Pegawai Pusat
-
Ulasan Drama Key To The Phoenix Heart: Penuh Intrik dan Konflik Kekuasaan