-
Kapten Thailand bersyukur tak satu grup dengan Indonesia demi menghindari tekanan suporter.
-
Thailand berlaga di Bandung, sementara Indonesia berlaga di Gelora Bung Karno Jakarta.
-
Thailand dan Indonesia berpeluang saling berhadapan jika sama-sama lolos ke babak selanjutnya.
Suara.com - Kapten Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, menyadari ada tantangan berbeda yang harus dihadapi timnya pada FIFA ASEAN Cup 2026. Secara tak langsung ia bersyukur timnya tak satu grup dengan Timnas Indonesia selaku tuan rumah.
Salah satu hal yang menjadi perhatian pemain berusia 32 tahun itu adalah besarnya dukungan suporter Timnas Indonesia. Menurutnya, atmosfer sepak bola di Tanah Air berpotensi membuat pertandingan terasa lebih berat bagi tim-tim yang bertanding.
Thailand tergabung di Grup B Divisi 1 bersama Vietnam, Filipina, dan Pakistan. Seluruh pertandingan fase grup Gajah Perang akan dimainkan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat.
Sementara itu, Timnas Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh yang tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Kedua grup digelar di lokasi berbeda, tetapi Thailand tetap akan berada dalam suasana sepak bola Indonesia sepanjang turnamen.
Kondisi tersebut membuat Chanathip menilai Thailand beruntung tidak berada satu grup dengan Indonesia. Pasalnya, Indonesia memiliki basis suporter yang sangat besar dan dukungan tersebut berpotensi memberikan tekanan tersendiri bagi tim-tim lawan.
“Saya memperkirakan adanya beberapa kendala terkait turnamen ini, seperti masalah makanan dan kondisi lapangan, namun saya yakin pengalaman kami bermain di luar negeri akan sangat membantu,” kata Chanathip Songkrasin dikutip dari Changsuek.
Chanathip kemudian menyoroti persoalan dukungan suporter secara lebih spesifik. Menurutnya, situasi yang dihadapi Thailand berbeda dengan Indonesia sebagai tuan rumah yang memiliki basis penggemar besar.
“Situasi ini juga baru bagi tim-tim lain; hanya Indonesia yang memiliki basis penggemar lokal yang sangat besar, jadi mungkin tidak banyak penggemar kami yang bisa datang langsung untuk memberikan dukungan,” ujar dia.
Meski demikian, Chanathip tidak ingin Thailand terlalu larut memikirkan berbagai faktor di luar lapangan. Ia tetap meminta rekan-rekannya fokus mempersiapkan diri agar bisa meraih hasil maksimal di FIFA ASEAN Cup 2026.
“Meski demikian, saya yakin kami bisa meraih kemenangan bagi negara kami,” kata dia.
Thailand juga harus menghadapi tiga lawan dengan karakter berbeda di Grup B. Karena itu, Chanathip meminta skuad Gajah Perang tidak hanya memikirkan kekuatan lawan, tetapi juga memastikan kondisi internal tim berada dalam keadaan terbaik.
“Kami harus fokus pada setiap lawan maupun diri kami sendiri, serta memastikan kondisi fisik kami berada di puncak performa,” ujar dia.
Menurut Chanathip, setiap pertandingan membutuhkan persiapan yang berbeda karena masing-masing tim memiliki gaya bermain tersendiri.
Analisis terhadap kekuatan dan kelemahan lawan pun menjadi bagian penting dari persiapan Thailand.
“Setiap tim memiliki gaya permainan yang berbeda, jadi kami harus menganalisis lawan dan diri kami sendiri untuk memetakan kekuatan serta kelemahan masing-masing,” tutur dia.
Thailand dan Indonesia memang tidak bertemu pada fase grup. Namun, kedua tim masih berpeluang saling berhadapan apabila berhasil melaju ke babak selanjutnya.