-
Perjuangan Indonesia menembus final FIFA ASEAN Cup 2026 dipastikan belum berakhir usai ditahan Malaysia.
-
Justin Hubner memuji kedisiplinan lini pertahanan Garuda yang tampil solid meski bermain sepuluh orang.
-
Indonesia wajib mengalahkan Bangladesh pada laga pamungkas untuk menjaga peluang lolos ke final.
"Bermain dengan 10 pemain memang selalu sulit, tetapi jika melihat bagaimana kami bertahan di akhir pertandingan, saya pikir itu layak mendapat pujian besar untuk tim," kata pemain yang baru mencatatkan caps ke-20-nya bersama tim Garuda itu.
“Saya pikir semua orang ingin melihat kami menang, tetapi jika kami bisa bertahan seperti ini, tidak ada tim yang akan bisa mencetak gol ke gawang kami," kata dia.
Pencapaian clean sheet di Stadion Utama Gelora Bung Karno membuktikan solidnya koordinasi lini belakang Indonesia dalam situasi tertekan.
Ketahanan benteng pertahanan ini menjadi fondasi utama bagi pelatih untuk menyusun strategi yang lebih tajam pada pertandingan krusial berikutnya.
Para pemain berkomitmen tampil lebih agresif demi mengamankan tiket menuju babak final kompetisi antarnegara Asia Tenggara ini.
Pertemuan antara Indonesia dan Malaysia pada laga kedua Grup A berlangsung ketat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dengan dukungan penuh suporter, namun harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-36.
Tambahan satu poin dari laga ini membuat Indonesia mengoleksi total empat poin di papan klasemen sementara.
Format turnamen yang hanya meloloskan juara grup ke partai final membuat laga pamungkas mendatang menjadi penentu nasib Skuad Garuda.