-
Persija Jakarta tidak bisa menggunakan SUGBK sebagai kandang hingga April 2027 mendatang.
-
Penutupan stadion dilakukan untuk penguatan struktur lapangan agar kuat menahan beban panggung konser.
-
Pengelola GBK sudah berkoordinasi dengan manajemen Persija terkait penyesuaian ulang jadwal pertandingan.
Suara.com - Persija Jakarta dipastikan tidak akan bisa memakai Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta sebagai kandang hingga April 2027. Sebab, dalam periode tersebut, ada perbaikan lapangan sedang dilakukan.
Hal ini seperti diterangkan oleh Kanit SUGBK Abdal Hiari Rijal. Ia mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan manajemen Macan Kemayoran perihal ini.
Tim kesayangan Jakmania itu baru bisa memakai SUGBK selepas perbaikan selesai alias April 2027. Namun, tetap Persija harus menyesuaikan jadwal-jadwal kegiatan yang ada di stadion tersebut.
"Terkait jadwal kami sudah koordinasikan dengan manajemen Persija yang bisa kami penuhi atau tidak. Jadi selama proses perbaikan lapangan ini jadwalnya tidak bisa," kata Abdal dalam konferensi pers, Jumat (30/10/2026).
"Tapi setelah rumputnya sudah ready kami akan menyesuaikan dengan jadwal dan event yang sudah kami terima dengan jadwal pertandingan Persija," ucapnya.
Adapun perbaikan yang dilakukan penguatan area Field of Play (FOP) atau lapangan utama SUGBK. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PPKGBK meningkatkan kualitas fasilitas stadion agar mampu mengakomodasi berbagai kegiatan berskala besar tanpa mengesampingkan fungsi utamanya sebagai arena olahraga khususnya sepak bola.
Salah satu alasan dilakukannya penguatan struktur adalah meningkatnya penggunaan konsep panggung 360 derajat atau center stage dalam konser musik dunia. Konsep tersebut menempatkan panggung di tengah lapangan sehingga membutuhkan daya dukung struktur yang lebih besar.
Saat ini, kapasitas daya dukung lapangan SUGBK berada di kisaran 150–200 kilogram per meter persegi. Beban panggung dan peralatan produksi konser berpotensi melampaui kemampuan struktur eksisting jika tidak dilakukan peningkatan.
Kondisi tersebut bisa berdampak pada kerusakan lapisan bawah lapangan, perubahan elevasi sistem drainase, hingga munculnya genangan air. Selain itu, kerataan permukaan lapangan juga berpotensi terganggu.
Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, mengatakan penguatan struktur ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas dan keamanan SUGBK di tengah meningkatnya kebutuhan penyelenggaraan berbagai acara internasional.
“Penguatan struktur ini adalah investasi untuk memastikan bahwa SUGBK tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mampu mengakomodasi perkembangan kebutuhan penggunaan publik secara global, sekaligus memperkuat kualitas dan keamanan,” ujar Rakhmadi.