Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB
Timnas Indonesia. (Instagram/timnasindonesia)
BACA 10 DETIK
  • Stafsus Menkum Noor Korompot menyatakan pemain naturalisasi asal Belanda bukan prioritas karena terkendala regulasi ketenagakerjaan setempat.
  • PSSI mengalihkan pemantauan pemain berdarah Indonesia ke Jerman, Amerika Serikat, Australia, Belgia, Spanyol, dan negara Eropa lainnya.
  • Ketum PSSI Erick Thohir menyebut laga tandang Timnas Indonesia melawan Yordania pada 13 November terancam akibat situasi keamanan Timur Tengah.

Suara.com - Staf Khusus Menteri Hukum Bidang Transformasi Digital Noor Korompot menyebut pemain naturalisasi dari Belanda saat ini bukan menjadi prioritas.

Di sisi lain, PSSI tengah memantau situasi keamanan di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rencana laga tandang Timnas Indonesia melawan Yordania pada FIFA Match Day November mendatang.

Noor mengatakan, perekrutan pemain keturunan yang berkarier di Belanda menghadapi sejumlah kendala.

Hal itu berkaitan dengan regulasi ketenagakerjaan dan imigrasi Pemerintah Belanda bagi pemain dari luar Uni Eropa atau non-EU, serta langkah proteksionis Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).

Menurut Noor, kondisi tersebut membuat perhatian tim pemantau PSSI beralih ke pemain berdarah Indonesia yang berkarier di negara lain.

"Kabarnya tim pemantau dari PSSI justru mengalihkan perhatiannya pada pemain berdarah Indonesia yg main di Jerman, Amerika, Australia, Belgia dan Spanyol serta negara Eropa di luar Belanda," kata Noor.

Sejumlah negara yang menjadi sasaran pemantauan antara lain Jerman, Amerika Serikat, Australia, Belgia, Spanyol, serta negara-negara Eropa di luar Belanda.

Laga Timnas Indonesia Kontra Yordania Terancam Batal

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan laga tandang Timnas Indonesia melawan Yordania pada FIFA Match Day November masih belum pasti.

Situasi keamanan di Timur Tengah yang dinilainya mengkhawatirkan menjadi salah satu pertimbangan federasi.

Pertandingan tersebut semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Internasional Amman, Yordania, pada 13 November.

Laga ini dirancang sebagai bagian dari persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi yang akan dimulai Januari tahun depan.

“Memang situasi di Timur Tengah ini menjadi hal-hal yang mengkhawatirkan. Kemarin Yordania saja baru menyerang Suriah setelah penyerangan di sebuah rumah ibadah. Ya ini cukup prihatin kita,” kata Erick.

Erick menyebut PSSI masih menunggu perkembangan situasi keamanan sebelum menentukan nasib pertandingan tersebut. Ia menegaskan keselamatan pemain menjadi pertimbangan utama federasi.

“Kami masih menunggu security issue dari polemik yang terjadi di sana. Apalagi kita lihat kan beberapa negara juga dalam situasi yang tidak pasti di Timur Tengah. Safety pemain kita harus prioritaskan,” ujarnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com