Gianni Infantino Punya Penantang dari Jepang, Eks Presiden JFA Siap Berebut Kursi FIFA

Jum'at, 06 November 2026 | 16:14 WIB
Kozo Tashima bersama Joko Widodo [Antara]
BACA 10 DETIK
  • Kozo Tashima bersiap menantang petahana Gianni Infantino pada Pemilihan Presiden FIFA 2027 di Maroko.

  • Tokoh asal Jepang ini mengkritik kepemimpinan Infantino yang dinilai minim kompetisi dan sarat intervensi politik.

  • Pencalonan Tashima bertujuan membawa nilai integritas dan transparansi sepak bola Jepang ke tingkat dunia.

Suara.com - Gianni Infantino berpotensi menghadapi pesaing dalam pemilihan Presiden FIFA 2027. Sosok yang siap menantang petahana tersebut adalah Kozo Tashima, mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA).

Tashima saat ini menjabat sebagai presiden kehormatan JFA. Pria berusia 68 tahun itu dikabarkan berencana maju dalam pemilihan orang nomor satu di induk organisasi sepak bola dunia tersebut.

Jika pencalonannya memenuhi persyaratan administrasi, Tashima berpeluang menjadi tokoh sepak bola Jepang pertama yang ikut bersaing dalam pemilihan Presiden FIFA.

Presiden Prabowo menerima kunjungan Presiden FIFA Gianni Infantino

Dikutip dari AFP, Tashima bukan sosok baru dalam dunia sepak bola. Selain pernah menjadi pemain dan pelatih, ia juga memimpin JFA selama periode 2016 hingga 2024.

Ia turut mengenyam pendidikan di German Sport University Cologne. Pengalamannya selama berada di Jerman disebut turut membentuk pandangannya mengenai peran sepak bola dalam kehidupan masyarakat.

Keputusan Tashima untuk maju dalam pemilihan Presiden FIFA bukan sekadar ambisi menduduki jabatan tertinggi. Ia mengaku ingin mendorong perbaikan integritas organisasi yang kini dipimpin Infantino.

"Yang terburuk adalah jika dia (Infantino) terus melanjutkan pemilu tanpa melalui pemilu," kata Tashima dikutip dari AFP.

Tashima juga menyoroti sejumlah keputusan FIFA di bawah kepemimpinan Infantino. Salah satunya berkaitan dengan pencabutan larangan bermain bagi pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut diduga berkaitan dengan intervensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Selain itu, Tashima turut mengkritik persoalan pembatasan visa yang diberlakukan otoritas Amerika Serikat terhadap tim nasional Iran menjelang Piala Dunia.

Dengan dukungan dari JFA, Tashima menegaskan bahwa pencalonannya bukan semata-mata tentang menang atau kalah. Ia ingin membawa nilai-nilai integritas yang selama ini dibangun sepak bola Jepang ke tingkat internasional.

Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 di Rabat, Maroko.

Sebanyak 211 asosiasi anggota FIFA memiliki hak suara untuk menentukan pemimpin organisasi tersebut.

Dengan demikian, rencana pencalonan Tashima berpotensi menghadirkan persaingan baru bagi Infantino yang masih berstatus sebagai petahana.

"Yang penting adalah berbagi dengan dunia tentang integritas yang telah dibangun sepak bola Jepang selama bertahun-tahun," tutupnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com