-
Shin Tae-yong kecewa berat dengan buruknya rumput JIS usai Persija kalahkan Persebaya.
-
Rizky Ridho sebut kemenangan tipis Persija murni karena faktor keberuntungan di lapangan.
-
Manajemen JIS didesak segera renovasi rumput demi performa maksimal pemain di laga kandang.
Suara.com - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong blak-blakan meluapkan kekecewaannya terhadap buruknya kualitas rumput Jakarta International Stadium (JIS) meski timnya sukses membungkam Persebaya Surabaya dengan skor 1-0.
Kemenangan tipis Macan Kemayoran pada pekan kesembilan Super League 2026/2027 tersebut justru ternoda oleh fasilitas venue yang dinilai sangat memprihatinkan bagi kompetisi sepak bola profesional.
"Para pemain saya sangat bekerja keras walaupun lapangan sangat jelek," kata Shin Tae-yong dalam konferensi pers usai laga di JIS, Jakarta, Sabtu malam.
Juru taktik asal Korea Selatan itu menilai rumput yang buruk menghambat aliran bola sehingga Ivan Mamut dan rekan-rekan kesulitan mengeluarkan potensi terbaiknya secara maksimal di atas lapangan.
Meski Ivan Mamut berhasil mencetak gol penentu kemenangan pada menit-menit akhir pertandingan, sang pelatih merasa performa tim secara keseluruhan tidak berada di level yang memuaskan.
Shin menjelaskan bahwa Ivan merupakan pemain yang bagus, namun karena kondisi lapangan yang tidak baik membuat pemain asal Kroasia itu kesulitan mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya.
Mantan pelatih Timnas Indonesia ini lantas mendesak pengelola stadion agar segera melakukan pembenahan serius sebelum laga kandang Persija berikutnya digelar di stadion megah tersebut.
"Mungkin kalau kondisi lapangan bagus, baru pemain-pemain juga bisa menampilkan yang terbaik untuk memberikan hiburan kepada para pendukung," katanya.
Nada kekecewaan serupa juga dilontarkan oleh kapten tim Rizky Ridho yang menyoroti tidak adanya progres perbaikan signifikan pada rumput JIS sejak pertandingan-pertandingan kandang sebelumnya.
Pemain belakang timnas itu bahkan secara terbuka menyebut raihan tiga poin atas Persebaya lebih disebabkan oleh faktor keberuntungan semata ketimbang jalannya taktik yang berjalan mulus.
Ridho menilai kemenangan yang diraih Persija merupakan keberuntungan, karena ia bersama rekan-rekannya kesulitan menjalankan strategi permainan dengan kondisi lapangan yang tidak mendukung.
Akibat buruknya permukaan lapangan, para penggawa Macan Kemayoran mengaku mengalami kelelahan mental yang luar biasa karena harus berjuang ekstra keras di luar kendali teknis pertandingan.
"Saya tidak tahu apa yang direnovasi. Sekali lagi saya capek lah secara mental, bukan hanya capek bertanding. Lapangan susah sekali. Sumpah, saya harus bilang sumpah," katanya.
Keluhan masif tersebut tidak hanya dirasakan oleh segelintir pemain saja, melainkan menjadi topik obrolan frustrasi di ruang ganti antar sesama punggawa Persija sepanjang musim ini.
Ia mengatakan bahwa di antara sesama pemain juga saling mengeluhkan kondisi lapangan di JIS sehingga ia berharap bisa diperbaiki, mengingat para pemain juga dituntut untuk bermain bagus.
Para pemain kini hanya bisa menaruh harapan besar kepada pihak berwenang agar keluhan soal buruknya fasilitas stadion ini segera ditindaklanjuti secara nyata dalam waktu dekat.
"Jadi kami mohon lapangan bisa diperbaiki agar kami juga bisa bermain lebih bagus lagi," katanya.