- Tercabaikan, jenama kuliner lokal di Kota Kembang, sukses memodernisasi kudapan tradisional berbahan aci melalui inovasi rasa.
- Pemiliknya, Inggra DP, mendirikan bisnis ini pada 2017 setelah terinspirasi melihat antrean baso aci di Garut.
- Inggra memperkuat bisnisnya melalui pelatihan digital gratis dari LinkUMKM BRI sejak dikenalkan pada tahun 2020.
Suara.com - Kreativitas kuliner di Kota Kembang kembali melahirkan fenomena bisnis yang inspiratif. Adalah Tercabaikan, jenama kuliner lokal yang sukses menyulap kudapan tradisional berbahan dasar tepung aci menjadi hidangan kekinian yang diminati pasar luas.
Melalui sentuhan inovasi rasa dan pemanfaatan ekosistem digital perbankan, usaha ini berhasil membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap relevan di tengah dinamika selera zaman.
Tercabaikan menawarkan lini produk yang sangat beragam, mulai dari Baso Aci, Cimol Bojot, Cireng Kuah, hingga menu berat seperti Mie Kocok, Kupat Tahu, dan Mie Ayam.
Kekuatan utama jenama ini terletak pada keberanian mengeksplorasi rasa, seperti menghadirkan kupat tahu dengan sambal geprek atau chili oil, hingga baso aci dengan kuah keju, seblak, maupun soto yang kaya rempah.
Keberhasilan Tercabaikan tidak lepas dari jeli melihat peluang yang dilakukan oleh sang pemilik, Inggra DP. Ide bisnis ini muncul saat ia berkunjung ke Garut dan melihat antusiasme masyarakat yang rela mengantre sejak subuh demi semangkuk baso aci.
Pengalaman tersebut mendorongnya untuk berhenti dari pekerjaan tetap dan mulai meracik resep baso acinya sendiri di rumah.
“Usaha ini berawal dari keputusan saya untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Dari rasa penasaran melihat toko baso aci yang sangat ramai di Garut, saya mencoba membuat versi sendiri dan menjadikannya oleh-oleh untuk keluarga,” ungkap Ingra.
Momentum besar terjadi pada tahun 2017 saat Ingra menyajikan baso aci buatannya dalam acara syukuran pernikahannya.
Respons positif dari keluarga dan tetangga menjadi titik balik di mana pesanan sistem pre-order mulai mengalir, yang kemudian menjadi fondasi berdirinya brand Tercabaikan hingga saat ini.
Baca Juga: Pulih dari Cedera, Catur Pamungkas Siap Kembali Bela Persebaya Surabaya
Perjalanan Ingra membangun bisnis tentu tidak tanpa hambatan. Pada fase awal, ia harus menangani seluruh proses operasional secara mandiri, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pemasaran. Namun, kesadaran akan pentingnya adaptasi teknologi mendorongnya untuk merambah kanal digital.
Saat ini, Tercabaikan telah memaksimalkan berbagai platform digital seperti situs web, marketplace, media sosial, hingga WhatsApp Business.
Integrasi dengan layanan pesan antar daring juga menjadi kunci utama dalam menjangkau pelanggan secara lebih efisien di era ekonomi digital.
Peran Strategis LinkUMKM BRI dalam Penguatan Kapasitas
Guna memperkuat fundamental bisnisnya, Ingra aktif mengikuti berbagai pelatihan yang disediakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui platform LinkUMKM.
Pelatihan yang diselenggarakan di Rumah BUMN Bandung menjadi sarana penting baginya untuk memperdalam strategi bisnis, termasuk mengadopsi teknologi terbaru.
Tag
Berita Terkait
-
Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA
-
BRI Perkuat UMKM: Dari Modal Rp250 Ribu, Usaha Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Sudah Bergulir 35 Tahun
-
Mengenal Empat Pilar Utama Kesejahteraan Insan BRILian, Komitmen Investasi SDM BRI
-
Mengenal Empat Pilar Utama Kesejahteraan Insan BRILian, Komitmen Investasi dari BRI
-
Cara Mengaktifkan Kembali Rekening BRI Dormant Tanpa Perlu ke Kantor Bank
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media