Bri / News
Jum'at, 27 Maret 2026 | 14:24 WIB
UMKM tercabaikan berkembang bersama BRI [Suara.com/BRI]
Baca 10 detik
  • Tercabaikan, jenama kuliner lokal di Kota Kembang, sukses memodernisasi kudapan tradisional berbahan aci melalui inovasi rasa.
  • Pemiliknya, Inggra DP, mendirikan bisnis ini pada 2017 setelah terinspirasi melihat antrean baso aci di Garut.
  • Inggra memperkuat bisnisnya melalui pelatihan digital gratis dari LinkUMKM BRI sejak dikenalkan pada tahun 2020.

“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI sekitar tahun 2020. Program ini sangat bermanfaat karena menyediakan pelatihan gratis yang sangat relevan, bahkan mencakup topik yang sedang tren seperti penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk pelaku usaha,” jelas Ingra.

Hingga akhir tahun 2025, platform LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Ekosistem digital ini menyediakan 750 modul pembelajaran yang mencakup kemampuan soft skill maupun hard skill, serta didukung fitur terintegrasi seperti UMKM Smart, Rumah BUMN, hingga akses legalitas melalui Register NIB.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa LinkUMKM dirancang sebagai ekosistem pembelajaran berkelanjutan bagi pengusaha lokal. BRI berkomitmen untuk memastikan UMKM memiliki daya saing yang tangguh di pasar nasional maupun global.

“Melalui LinkUMKM, kami mendorong pelaku UMKM untuk memperkuat kapasitas usaha melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis saat ini. Kami berharap ekosistem ini mampu membantu lebih banyak UMKM untuk naik kelas dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Akhmad.

Load More