Bri / News
Selasa, 07 April 2026 | 20:50 WIB
Ilustrasi Mantri BRI. (Dok. BRI)
Baca 10 detik
  • BRI menyalurkan KUR senilai Rp31,42 triliun kepada 643 ribu debitur UMKM di seluruh Indonesia hingga awal April 2026.
  • Sektor pertanian menjadi kontributor pembiayaan terbesar dengan nilai Rp13,25 triliun guna mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
  • Sebanyak 213 ribu debitur berhasil meningkatkan skala usahanya melalui program pendampingan bisnis yang diselenggarakan oleh pihak BRI.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkokoh posisinya sebagai tulang punggung pembiayaan usaha kecil di Indonesia.

Hingga awal April 2026, BRI mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp31,42 triliun. Angka ini setara dengan 17,46 persen dari total alokasi plafon sebesar Rp180 triliun yang dimandatkan pemerintah untuk tahun ini.

Capaian impresif tersebut telah memberikan dampak langsung kepada 643 ribu debitur UMKM yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

Penyaluran ini membuktikan komitmen perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor akar rumput.

Berdasarkan rincian data sektoral, penyaluran KUR BRI didominasi oleh sektor produktif yang mencakup pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta jasa lainnya. Porsi sektor produksi ini mencapai 64,13 persen dari total dana yang digelontorkan.

Sektor pertanian tercatat sebagai kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp13,25 triliun atau sekitar 42,18 persen dari total penyaluran.

Capaian ini menegaskan peran strategis BRI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui akses permodalan bagi para petani.

Mendorong UMKM Naik Kelas dan Jangkauan Rumah Tangga

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa fokus perseroan tidak hanya berhenti pada pemberian modal, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis nasabah.

Baca Juga: Cara Pembayaran Virtual Account BRI Melalui Berbagai Kanal

Hal ini terbukti dari keberhasilan 213 ribu debitur yang berhasil "naik kelas" atau meningkatkan skala usahanya. Angka tersebut mencakup 22,23 persen dari target kelulusan debitur tahun 2026 yang ditetapkan sebanyak 962 ribu peserta.

“BRI berjalan beriringan dengan UMKM sebagai fondasi ekonomi. Penyaluran KUR kami sertai dengan pendampingan agar pelaku usaha mampu memperluas kapasitas bisnisnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” ujar Hery dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/4/2026).

Selain itu, penetrasi KUR BRI terhadap rumah tangga di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Data hingga Februari 2026 menunjukkan:

2026: 19 dari setiap 100 rumah tangga telah mengakses KUR BRI.
2025: 18 dari setiap 100 rumah tangga.
2024: 17 dari setiap 100 rumah tangga.

Sebagai penyalur KUR terbesar, BRI memastikan seluruh proses dilakukan secara transparan, akuntabel, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent).

Mengingat sumber dana KUR berasal sepenuhnya dari penghimpunan dana masyarakat (DPK), BRI menjaga kualitas kredit agar tetap sehat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Load More