Bri / News
Rabu, 08 April 2026 | 12:40 WIB
BRI terus memperkuat dukungannya bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarga melalui layanan remitansi yang terintegrasi (Dok: BRI)
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mengusulkan pembagian dividen Rp52 triliun atau 92 persen dari laba bersih tahun 2025.
  • Keputusan pembagian dividen final tersebut akan ditetapkan secara resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 10 April 2026.
  • Sebagian besar analis memberikan rekomendasi beli saham BBRI karena melihat potensi imbal hasil yang tinggi di masa depan.

Suara.com - Emiten PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tengah menjadi sorotan positif para analis pasar modal setelah manajemen mengusulkan pembagian dividen tahun buku 2025 dengan rasio yang sangat signifikan.

Manajemen BBRI berencana menyalurkan total dividen sebesar Rp52 triliun. Angka ini mencerminkan dividend payout ratio (DPR) mencapai 92 persen dari total laba bersih tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp56,65 triliun.

Dengan kebijakan tersebut, sisa dividen final yang akan dibagikan diperkirakan minimal sebesar Rp206,4 per lembar saham.

Berdasarkan pergerakan harga saham BBRI pada perdagangan Rabu (25/3/2026)pukul 10.40 WIB, berkisar  Rp3.340 per saham, estimasi dividen final tersebut memberikan imbal hasil (yield) sekitar 6 persen.

Perlu diingat bahwa BBRI sebelumnya telah menyetorkan dividen interim sebesar Rp137 per saham pada Januari 2026, atau setara Rp20,63 triliun, yang menjadi bagian integral dari total dividen tahun buku 2025.

Kepastian mengenai eksekusi dividen final ini akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026.

Data konsensus analis yang dihimpun hingga 7 April 2026 menunjukkan optimisme yang kuat terhadap prospek saham BBRI. Dari total analis yang memberikan penilaian, sebanyak 30 orang atau sekitar 83,3 persen memberikan rekomendasi Beli (Buy).

Sementara itu, 11,1 persen analis menyarankan Tahan (Hold), dan hanya 5,6 persen yang memberikan rekomendasi Jual (Sell).

Para analis menetapkan target harga rata-rata untuk 12 bulan ke depan di level Rp4.422 per saham. Jika dibandingkan dengan posisi harga terakhir di level Rp3.250, maka saham BBRI memiliki potensi imbal hasil (return potential) yang cukup menggiurkan, yakni sebesar 36,1 persen.

Baca Juga: Harga BBRI Tertekan Aksi Jual, Target Harga Sahamnya Masih Menarik?

Berikut adalah rincian pandangan beberapa sekuritas terkemuka:

OCBC Sekuritas: Memasang target harga paling agresif di level Rp5.000.

Citi: Memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp4.400.

Goldman Sachs: Menetapkan target harga di angka Rp4.190.

Namun, pandangan berbeda datang dari JP Morgan dan Macquarie yang cenderung berhati-hati. JP Morgan menyematkan status underweight dengan target harga Rp3.200, sedangkan Macquarie memberikan peringkat underperform dengan target harga Rp3.080.

Meski secara fundamental usulan dividen sangat menarik, pergerakan harga BBRI di lantai bursa terpantau mengalami tekanan jangka pendek.

Load More