Bri / News
Jum'at, 17 April 2026 | 16:14 WIB
BRI. (Dok: BRI)
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk membagikan dividen jumbo sebesar Rp52,1 triliun kepada BPI Danantara selaku pemegang saham mayoritas.
  • Pembayaran dividen dilakukan dalam dua tahap untuk tahun buku 2025 dengan total payout ratio 92 persen.
  • Sejumlah institusi keuangan memberikan proyeksi positif dengan target harga saham BBRI berkisar antara Rp4.100 hingga Rp5.200 per lembar.

ROE Berkelanjutan: 18,9%

Tingkat Pertumbuhan: 8%

Valuasi tersebut mencerminkan estimasi 2,2x Price to Book Value (PB) dan 11x Price to Earnings (PE) untuk proyeksi tahun 2027.

Sementara itu, sekuritas domestik seperti Sucor Sekuritas bahkan berani mematok target lebih tinggi di Rp5.200 per saham, disusul BNI Sekuritas di Rp4.500 dan Mandiri Sekuritas di Rp4.100 dengan rekomendasi beli (buy).

Bagi pemburu dividen, pengamat pasar modal, Reydi Octa menyarankan agar investor ritel mempertimbangkan valuasi, serta risiko ketidakpastian ekonomi saat ini.

Ia juga menambahkan, saham BBRI memiliki fundamental yang solid. Sehingga, jika terjadi pelemahan akibat respon pasar usai ex-date, recovery tetap kuat meskipun berlangsung tidak secara cepat.

Secara keseluruhan, BRI mengalokasikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun untuk tahun buku 2025, atau setara dengan Rp346 per saham. Angka ini merepresentasikan payout ratio sebesar 92% dari total laba bersih perseroan yang mencapai Rp57,13 triliun.

Pembayaran dividen ini dilakukan dalam dua tahap:

  1. Dividen Interim: Rp20,63 triliun (Rp137 per saham) yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.
  2. Dividen Final: Rp31,47 triliun (Rp209 per saham) yang telah disepakati melalui RUPST teranyar.

Manajemen BRI menyatakan bahwa keberhasilan mencatatkan kinerja positif ini tidak lepas dari fokus perseroan pada penguatan segmen UMKM sebagai pilar bisnis utama, serta percepatan transformasi digital yang meningkatkan efisiensi operasional.

Baca Juga: BRI Bagi-bagi Voucher Setiap Hari Kerja di Vibes Resto & Lounge

Langkah ini sekaligus mempertegas peran strategis BRI dalam menopang kebijakan fiskal nasional melalui setoran keuntungan bagi negara.


Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Seluruh data dan analisis dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.

Load More