- Oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan media sosial untuk melakukan penipuan berkedok penyaluran dana KUR milik PT Bank BRI.
- Penipuan melibatkan tautan palsu, permintaan data rahasia perbankan, serta pungutan biaya administrasi ilegal kepada calon debitur masyarakat.
- Pihak BRI menegaskan pengajuan resmi hanya dilakukan melalui kantor fisik dan tenaga pemasar resmi tanpa pungutan biaya.
Suara.com - Media sosial seperti Instagram dan TikTok kini tengah marak dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan. Salah satu yang paling sering dicatut adalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).
Menyikapi fenomena ini, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa perseroan sama sekali tidak pernah membuka pendaftaran atau menawarkan dana KUR melalui platform digital tidak resmi maupun akun-akun media sosial pribadi.
Agar terhindar dari kerugian materi dan penyalahgunaan data, masyarakat diwajibkan untuk mengenali ciri-ciri penipuan berkedok penyaluran subsidi modal usaha tersebut di dunia maya.
Ciri-Ciri Utama Penipuan Modus KUR BRI di Media Sosial
Berdasarkan paparan resmi manajemen perbankan, terdapat beberapa karakteristik mencolok yang menjadi indikasi kuat dari sebuah praktik penipuan lowongan atau pengajuan KUR di Instagram dan TikTok:
- Menawarkan Tautan (Link) Pengajuan Tidak Resmi: Akun penipu biasanya mencantumkan tautan situs web palsu pada bio Instagram atau menyisipkannya di kolom komentar TikTok untuk mengarahkan korban mengisi formulir pengajuan ilegal.
- Menggunakan Akun Pribadi atau Tidak Terverifikasi: Promosi dilakukan oleh akun-akun tiruan yang tidak memiliki centang biru resmi, atau menggunakan nama-nama samaran yang seolah-olah bertindak sebagai agen penyalur resmi.
- Menjanjikan Pencairan Cepat dengan Syarat Tidak Wajar: Penipu kerap memikat korban dengan iming-iming proses persetujuan instan, tanpa survei, dan jaminan pasti cair dalam hitungan jam.
- Meminta Biaya Administrasi di Awal: Salah satu indikasi paling valid dari penipuan adalah adanya paksaan bagi calon debitur untuk mentransfer sejumlah uang muka atau biaya admin dengan alasan mempercepat antrean verifikasi.
- Meminta Data Perbankan yang Bersifat Rahasia: Oknum penipu akan mencoba memanipulasi korban agar bersedia menyerahkan informasi sensitif, seperti nomor PIN ATM, kata sandi (password), kode OTP (One-Time Password), hingga nomor kartu debit/kredit.
“Setiap permintaan data rahasia nasabah dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan. Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI,” tegas Dhanny.
Mekanisme Pengajuan KUR BRI yang Sah dan Legal
Manajemen menekankan bahwa ekosistem perbankan mereka sangat ketat dalam menjaga prosedur tata kelola penyaluran kredit. Seluruh proses analisis kelayakan usaha calon debitur hanya dikerjakan secara tatap muka oleh tenaga pemasar yang sah.
Bagi masyarakat pelaku usaha yang membutuhkan suntikan modal, akses pengajuan resmi hanya dapat dilayani melalui jaringan fisik dan kemitraan resmi BRI yang meliputi:
Baca Juga: Demi Gelar Juara, Pelatih Borneo FC Terang-terangan Dukung Persijap Gulingkan Persib
- Kantor Cabang Utama
- Kantor Cabang Pembantu (KCP)
- Kantor BRI Unit dan Teras BRI
- Jaringan ekosistem AgenBRILink
- Mantri atau tenaga pemasar resmi yang dilengkapi tanda pengenal instansi.
Pihak bank juga memastikan bahwa dalam proses administrasi pengajuan berkas di awal, nasabah sama sekali tidak dipungut biaya apa pun alias gratis.
Masyarakat diimbau untuk selalu kritis dan hanya mencari referensi valid seputar program perbankan melalui saluran komunikasi pusat. Konfirmasi keaslian informasi dapat dilakukan melalui laman situs web resmi perusahaan, akun media sosial institusi yang telah terverifikasi, atau menghub
Berita Terkait
-
BRI Insurance dan PNM Gelar Edukasi Literasi Asuransi, Dukung Ketahanan Finansial UMKM
-
Hari Kebangkitan Nasional, BRI Regional Beri Penghargaan Karyawan Berprestasi
-
BRI Gandeng Syailendra Capital Perkuat Wealth Management, Perluas Akses Investasi Nasabah,
-
IHSG Ditutup di Zona Merah, BRI Sekuritas Berikan Peringatan Keras
-
Susunan Komisaris dan Direksi BRI Finance Terbaru, Ada Eks Rektor UII
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
BRI Jaring Lulusan Terbaik UGM Lewat BRILIANEXT, Beri Jalur Cepat Menuju Future Leader
-
BRI Bantul Salurkan KUR hingga Rp1,25 Triliun per Mei 2026, Dorong Kemajuan UMKM dan Ekonomi Daerah
-
BRI RO Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun per Mei 2026, 250 Ribu UMKM Terima Manfaat
-
Penyaluran KUR Tembus Rp2,3 Triliun, BRI Klaten Perkuat UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah
-
Upgrade Kartu BRI Debit Sekarang: Transaksi Lebih Cepat, Dapat Cashback Langsung!
-
Promo dan Hadiah Eksklusif BRI di Jogja Financial Festival 2026
-
Dapatkan Diskon Paket Data Tri Lewat BRImo, Begini Caranya!
-
BRI Luncurkan Fitur QRIS Alipay Dinamis di Mesin EDC, Ini Cara Transaksinya
-
Harga Mobil Listrik Tetap Murah Meski Ada Kebijakan Baru? Begini Kata BRI Finance
-
Cetak Ekonomi Berkelanjutan, BRI Fokus Berdayakan UMKM di Seluruh Pelosok