Bri / News
Rabu, 20 Mei 2026 | 17:40 WIB
Hoax KUR BRI di Tiktok [Suara.com/BRI]
Baca 10 detik
  • Oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan media sosial untuk melakukan penipuan berkedok penyaluran dana KUR milik PT Bank BRI.
  • Penipuan melibatkan tautan palsu, permintaan data rahasia perbankan, serta pungutan biaya administrasi ilegal kepada calon debitur masyarakat.
  • Pihak BRI menegaskan pengajuan resmi hanya dilakukan melalui kantor fisik dan tenaga pemasar resmi tanpa pungutan biaya.

Suara.com - Media sosial seperti Instagram dan TikTok kini tengah marak dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan. Salah satu yang paling sering dicatut adalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Menyikapi fenomena ini, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa perseroan sama sekali tidak pernah membuka pendaftaran atau menawarkan dana KUR melalui platform digital tidak resmi maupun akun-akun media sosial pribadi.

Agar terhindar dari kerugian materi dan penyalahgunaan data, masyarakat diwajibkan untuk mengenali ciri-ciri penipuan berkedok penyaluran subsidi modal usaha tersebut di dunia maya.

Ciri-Ciri Utama Penipuan Modus KUR BRI di Media Sosial

Berdasarkan paparan resmi manajemen perbankan, terdapat beberapa karakteristik mencolok yang menjadi indikasi kuat dari sebuah praktik penipuan lowongan atau pengajuan KUR di Instagram dan TikTok:

  1. Menawarkan Tautan (Link) Pengajuan Tidak Resmi: Akun penipu biasanya mencantumkan tautan situs web palsu pada bio Instagram atau menyisipkannya di kolom komentar TikTok untuk mengarahkan korban mengisi formulir pengajuan ilegal.
  2. Menggunakan Akun Pribadi atau Tidak Terverifikasi: Promosi dilakukan oleh akun-akun tiruan yang tidak memiliki centang biru resmi, atau menggunakan nama-nama samaran yang seolah-olah bertindak sebagai agen penyalur resmi.
  3. Menjanjikan Pencairan Cepat dengan Syarat Tidak Wajar: Penipu kerap memikat korban dengan iming-iming proses persetujuan instan, tanpa survei, dan jaminan pasti cair dalam hitungan jam.
  4. Meminta Biaya Administrasi di Awal: Salah satu indikasi paling valid dari penipuan adalah adanya paksaan bagi calon debitur untuk mentransfer sejumlah uang muka atau biaya admin dengan alasan mempercepat antrean verifikasi.
  5. Meminta Data Perbankan yang Bersifat Rahasia: Oknum penipu akan mencoba memanipulasi korban agar bersedia menyerahkan informasi sensitif, seperti nomor PIN ATM, kata sandi (password), kode OTP (One-Time Password), hingga nomor kartu debit/kredit.

“Setiap permintaan data rahasia nasabah dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan. Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI,” tegas Dhanny.

Mekanisme Pengajuan KUR BRI yang Sah dan Legal

Manajemen menekankan bahwa ekosistem perbankan mereka sangat ketat dalam menjaga prosedur tata kelola penyaluran kredit. Seluruh proses analisis kelayakan usaha calon debitur hanya dikerjakan secara tatap muka oleh tenaga pemasar yang sah.

Bagi masyarakat pelaku usaha yang membutuhkan suntikan modal, akses pengajuan resmi hanya dapat dilayani melalui jaringan fisik dan kemitraan resmi BRI yang meliputi:

Baca Juga: Demi Gelar Juara, Pelatih Borneo FC Terang-terangan Dukung Persijap Gulingkan Persib

  • Kantor Cabang Utama
  • Kantor Cabang Pembantu (KCP)
  • Kantor BRI Unit dan Teras BRI
  • Jaringan ekosistem AgenBRILink
  • Mantri atau tenaga pemasar resmi yang dilengkapi tanda pengenal instansi.

Pihak bank juga memastikan bahwa dalam proses administrasi pengajuan berkas di awal, nasabah sama sekali tidak dipungut biaya apa pun alias gratis.

Masyarakat diimbau untuk selalu kritis dan hanya mencari referensi valid seputar program perbankan melalui saluran komunikasi pusat. Konfirmasi keaslian informasi dapat dilakukan melalui laman situs web resmi perusahaan, akun media sosial institusi yang telah terverifikasi, atau menghub

Load More