- BRI Regional Office Yogyakarta menyalurkan KUR sebesar Rp10,3 triliun kepada 250.299 debitur UMKM hingga periode Mei 2026.
- Penyaluran dana tersebut dominan menyasar sektor perdagangan, pertanian, dan jasa untuk memperkuat produktivitas ekonomi di wilayah Yogyakarta.
- Bank BRI turut memberikan pendampingan usaha dan edukasi keuangan agar pelaku UMKM mampu mengelola bisnis secara berkelanjutan.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office Yogyakarta telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp10,3 triliun hingga Mei 2026.
Pembiayaan tersebut telah dinikmati oleh 250.299 debitur sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan dan produktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Regional CEO BRI Regional Office Yogyakarta, Kusdinar Wiraputra, menjelaskan bahwa penyaluran KUR di wilayah kerjanya masih didominasi sektor perdagangan, pertanian, dan jasa usaha lainnya.
Hingga Mei 2026, sektor perdagangan menyerap 65 persen dari total penyaluran KUR. Sementara itu, sektor pertanian memperoleh porsi 21,36 persen dan sektor jasa usaha lainnya sebesar 13,64 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan yang disalurkan BRI difokuskan untuk mendukung sektor-sektor produktif yang mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Dari sisi wilayah, penyaluran KUR terbesar tercatat di Area Solo, disusul Banyumas dan Kedu.
Melalui akses pembiayaan yang lebih luas dan mudah, pelaku UMKM di Yogyakarta dan wilayah sekitarnya diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, menciptakan lapangan pekerjaan baru, serta memperkuat daya saing ekonomi lokal.
Penyaluran KUR juga menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap program pemerintah dalam memperkuat ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, perluasan kesempatan kerja, dan pemerataan pembangunan.
“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan," kata Kusdinar.
Menurut Kusdinar, peran BRI tidak hanya sebatas menyediakan akses permodalan. Perseroan juga memberikan pendampingan usaha serta edukasi keuangan agar para debitur dapat mengelola bisnis secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Baca Juga: 88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit
Langkah tersebut selaras dengan visi BRI untuk terus menjadi mitra yang dipercaya dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, terutama di daerah yang memiliki potensi unggulan.
“Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI Regional Office Yogyakarta optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal” imbuhnya.
Ke depan, BRI Regional Office Yogyakarta akan terus memperluas penyaluran KUR dengan mengutamakan sektor-sektor produktif agar manfaat pembiayaan yang diberikan semakin terasa bagi perkembangan usaha masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya," ujar Kusdinar
"Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas," tuturnya menutup.
Berita Terkait
-
88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit
-
Prabowo Minta Bank Himbara Tak Hanya Kejar Laba, tapi Juga Rangkul UMKM
-
Terlanjur Cinta, Arema FC Pilih 'Bajak' Hansamu Yama dari Persija Jakarta
-
Siapkan Dana Pendidikan Anak Tanpa Cemas, BRI Multiguna Tawarkan Pembiayaan Fleksibel
-
90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bedah Titik Lemah KPK: Bagaimana Dokumen Rahasia Bocor Lewat Siasat Orang Dalam?
-
Geliat Literasi Anak Muda: Minat Baca Bangkit, Harga Buku Sulit
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa
-
Posisi Cermin di Kamar Tidur Baiknya di Mana? Ini Penjelasan Ahli Interior dan Feng Shui
-
4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
-
Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang