- BRI Insurance menyelenggarakan pelatihan tata kelola dan sistem keuangan digital untuk PKBM di Provinsi Banten.
- Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian finansial serta efisiensi operasional melalui penerapan teknologi pencatatan otomatis.
- Sinergi ekosistem BRI Group memperkuat solusi finansial komprehensif guna mendukung keberlanjutan jangka panjang lembaga.
Suara.com - BRI Insurance membantu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) meningkatkan kemandirian finansial melalui penerapan teknologi sistem manajemen keuangan dan digitalisasi unit usaha. Inisiatif ini merupakan bagian dari program pelatihan penguatan tata kelola keuangan, kemandirian finansial, dan sustainability PKBM.
Program Financial Management System (FMS) dan Digitalisasi Unit Usaha Edukatif yang telah diselenggarakan di Provinsi Banten menjadi contoh konkret dari pendekatan BRI Insurance dalam memberdayakan lembaga pendidikan masyarakat di era transformasi digital.
Direktur Utama BRI Insurance Budi Legowo menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan yang solid merupakan fondasi utama dalam membangun kemandirian institusi. Lebih dari sekadar pencatatan administratif, tata kelola keuangan yang baik harus mendukung perencanaan strategis, pengambilan keputusan berbasis data, dan optimalisasi penggunaan sumber daya.
"Pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya berkaitan dengan tertib administrasi dan pencatatan, tetapi juga berperan dalam mendukung perencanaan, pengambilan keputusan, serta optimalisasi sumber daya yang dimiliki lembaga," ujar Budi.
Sejalan dengan perkembangan kebutuhan pengelolaan organisasi di era digital, program pelatihan BRI Insurance turut memperkenalkan implementasi praktis Financial Management System dan digitalisasi unit usaha edukatif.
Teknologi ini dirancang untuk membantu PKBM membangun proses pengelolaan keuangan yang lebih sistematis, efisien, dan mudah dipantau secara real-time.
Sistem tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan akurasi pencatatan keuangan, tetapi juga memberikan insights yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan manajemen. Dengan dashboard yang intuitif dan laporan otomatis, PKBM dapat lebih mudah melacak aliran kas, mengidentifikasi tren pengeluaran, dan merencanakan anggaran dengan lebih teliti.
Digitalisasi unit usaha edukatif membuka dimensi baru bagi PKBM dalam mengoptimalkan potensi yang mereka miliki. Unit usaha, yang seringkali berfungsi sebagai aktivitas pendamping dalam operasional PKBM, dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan yang signifikan melalui pendekatan yang terukur dan berbasis teknologi.
"Dengan pengelolaan yang terarah, unit usaha dapat dikembangkan tidak hanya sebagai aktivitas pendukung, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian finansial dan keberlanjutan operasional lembaga," ujar Budi Legowo.
Baca Juga: Syarat dan Ketentuan Program Konversi Cicilan Kartu Kredit BRI via BRImo
Digitalisasi juga memungkinkan PKBM untuk lebih responsif terhadap kebutuhan pasar lokal dan preferensi konsumen. Dengan data yang lebih akurat dan terintegrasi, manajemen PKBM dapat membuat keputusan strategis tentang pengembangan produk atau layanan yang relevan dengan kondisi masyarakat setempat.
Kolaborasi lintas entitas dalam ekosistem BRI Group—melibatkan BRI, BRI Insurance, dan anak perusahaan lainnya—memperkuat dampak program ini. Sinergi tersebut memastikan bahwa solusi yang ditawarkan tidak hanya mencakup aspek asuransi dan manajemen keuangan, tetapi juga layanan perbankan dan finansial yang komprehensif.
"Kehadiran BRI Insurance menjadi bagian dari keterlibatan perusahaan dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, pengembangan kemampuan pengelolaan, serta pemanfaatan teknologi," katanya menambahkan.
Dengan penerapan teknologi yang tepat dan pemahaman mendalam tentang tata kelola keuangan, diharapkan PKBM dapat mencapai level kemandirian finansial yang lebih tinggi dan mampu beroperasi secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Berita Terkait
-
BRI Insurance Gencarkan Literasi PKBM Melalui Program Pelatihan Tata Kelola Keuangan
-
Wujudkan Aset Impian dengan Mudah di BRI Info Lelang
-
Saatnya Wujudkan Rumah dan Mobil Impian lewat BRI Consumer Expo 2026 Goes to Summarecon Bogor
-
Omzet Rp5 Juta ke Rp100 Juta Per Hari, Inilah Kisah Mitra AgenBRILink di Tulungagung
-
BRI Tulungagung Genjot Ekspansi AgenBRILink demi Perluasan Akses Keuangan Warga
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Dukung Semangat Berbagai Generasi Muda, Semen Gresik Bersama FORSA Hadirkan Keceriaan Puluhan Siswa
-
Digitalisasi Manajemen Keuangan, Strategi BRI Insurance Tingkatkan Kemandirian PKBM
-
Prabowo: Bukan Kata Saya, Ini Penilaian S&P soal Ekonomi Indonesia
-
BRI Insurance Gencarkan Literasi PKBM Melalui Program Pelatihan Tata Kelola Keuangan
-
Bukan Sekadar Desa Wisata, Ini Rahasia Osing Kemiren Merawat Lingkungan Tetap Lestari
-
APBN 2027 Diprediksi Mendekati Rp 4.000 Triliun, Tapi Tak Bermakna Jika Rakyat Belum Merasakannya
-
Bukan Sekadar Kejar Target, Puan: Kualitas Undang-Undang Harus Dirasakan Nyata oleh Rakyat
-
Lebih dari Satu Dekade Menjaga Hutan, Masyarakat Adat Long Isun Menanti Kepastian Hak
-
JAKI Kini Kebal Tipu Muslihat AI, Foto Palsu Manipulasi Laporan Otomatis Tertolak
-
RAPBN 2027: Prabowo Patok Rupiah Rp17.500 dan Inflasi 2,5%