Bri / News
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:25 WIB
Mantri BRI
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk meraih peringkat ketiga perusahaan berpendapatan terbesar dan menjadi bank nomor satu di Indonesia pada daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2026.
  • Keberhasilan BBRI didukung oleh implementasi strategi transformasi BRIvolution Reignite sehingga mampu mempertahankan laba bersih jumbo di tengah anomali profitabilitas perusahaan nasional.
  • Berdasarkan laporan kinerja keuangan Triwulan I 2026, total aset BBRI mencapai Rp2.250 triliun dan penyaluran kredit melesat 13,7 persen year-on-year.

Manuver BBRI yang menembus tiga besar dari sisi pendapatan dan mengukuhkan posisinya sebagai bank teratas di daftar ini menjadi bukti dinamika pasar yang sangat cair.

Keberhasilan BRI mempertahankan laba jumbo ini memiliki korelasi langsung dengan fundamental perseroan yang terus diperkuat dari waktu ke waktu. Capaian ini dinilai sebagai buah manis dari implementasi strategi transformasi BRIvolution Reignite. Strategi ini terbukti sangat ampuh dalam menangkal sentimen negatif dari risiko geopolitik global yang membayangi sektor keuangan.

Mengacu pada paparan resmi Kinerja Keuangan Triwulan I 2026 yang dirilis pada 30 April 2026, total aset BBRI telah menggurita secara masif hingga menyentuh angka Rp2.250 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 7,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Dari sisi fungsi intermediasi yang menjadi bisnis inti perbankan, laju penyaluran kredit melesat 13,7 persen YoY menjadi Rp1.562 triliun, mencerminkan tingginya permintaan modal di sektor riil.

Rasio profitabilitas bank yang identik dengan segmen UMKM ini pun mencatatkan rapor hijau yang solid. Return on Assets (ROA) terdongkrak naik ke level 2,8 persen. Sementara itu, tingkat pengembalian ekuitas atau Return on Equity (ROE) menguat tajam dari 17,1 persen pada kuartal pertama tahun sebelumnya menjadi 18,4 persen di triwulan pertama tahun 2026.

“Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengelolaan biaya dana yang semakin efisien. Di satu sisi, pertumbuhan kredit yang tetap kuat memberikan dorongan terhadap pendapatan bunga. Sementara di sisi lain, perbaikan struktur funding, khususnya peningkatan CASA, turut menekan cost of fund. Secara keseluruhan, BRI tidak hanya tumbuh, namun juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan,” jelas Hery Gunardi, Direktur Utama BRI.

Load More