/
Senin, 08 Agustus 2022 | 14:00 WIB
tanaman Sorgum (suara.com)

SuaraCianjur.id,- Dalam mengembangkan budi daya sorgum di Indonesia, dukungan Pemerintah diharapkan fokus pada sektor pengolahan pascapanen. Hal itu disampaikan Dosen Departemen Budi Daya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Ir. Anas, M.Sc., PhD.

Sorgum adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub-sahara.

Menurutnya Anas, sorgum dapat diolah menjadi aneka makanan ataupun alternatif produk pangan. Tentunya hal tersebut merupakan inovasi baru dalam budi daya.

“Pemerintah bisa membuat berbagai inovasi pengolahaan tepung sorgum jadi berbagai macam makanan atau produk pangan alternatif,” kata Anas.

Ia menuturkan, dari sisi teknologi dan budi daya, banyak petani yang dapat menanam sorgum dengan baik. Hal ini karena sorgum merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan, juga cocok ditanam di iklim tropis, terlebih lagi kuat dari serangan hama. Proses budi daya sorgum pun hampir mirip dengan budi daya jagung.

“Sebetulnya sama seperti jagung, tanamannya tidak manja. Hama utamanya hanya burung. Petani yang terbiasa menanam jagung akan berhasil menanam sorgum,” katanya.

Anas menilai, permasalahan utama dari budi daya sorgum di Indonesia adalah masih kurangnya pasar yang mau menjual produk olahannya, salah satunya tepung sorgum. Banyak petani yang kebingungan memasarkan produk pertaniannya. Karena itu, dukungan pemerintah terutama dalam memasarkan produk hasil olahan sangat penting. Hal ini sebagai upaya mengenalkan lebih luas produk turunan sorgum ke masyarakat.

“Contohnya sama seperti mi instan, dulu mi instan itu tidak familiar. Ketika inovasi-inovasi rasa bermunculan, kini mi instan akhirnya menjadi budaya makanan orang Indonesia,” ujarnya.

Menurut Anas, selain mengembangkan produk pangan berbahan tepung sorgum, Pemerintah juga bisa menggalakkan kebijakan untuk mencampur tepung gandum dengan tepung sorgum untuk membuat makanan.

Baca Juga: Pameran Seni Lukis Pulau Emas, Mengenang 22 Tahun Seniman Ropih Berkarya

"Ada timbangan campuran yang direkomendasikan. Ini yang harus terus disosialisasikan Pemerintah sehingga petani sorgum bisa terus bergerak,” kata dia.

Kaya Manfaat

Anas menjelaskan, pengolahan sorgum, baik untuk tepung maupun bahan pangan pengganti beras, memiliki banyak manfaat. Secara kualitas, sambung Anas, tepung sorgum dinilai lebih baik karena tidak mengandung gluten. Hal ini sangat cocok dikonsumsi terutama bagi penderita autisme.

Selain itu, campuran tepung sorgum dalam olahan makanan tidak akan mengubah rasa asli makanan. Sementara jika dikonsumsi sebagai pengganti beras, sorgum memiliki kandungan protein lebih tinggi daripada nasi.

"Ada banyak potensi lain yang bisa dimanfaatkan dari tanaman sorgum. Selain bijinya, daun dan batang tanaman sorgum juga bisa dimanfaatkan," bebernya.

“Daun sorgum bisa digunakan untuk pakan ternak, kemudian batangnya kalau di luar negeri sudah biasa digunakan sebagai bahan baku meubel pengganti kayu. Ini dimungkinkan karena batang sorgum terkenal liat dan kuat,” pungkasnya. [www.unpad.ac.id]

Load More