/
Senin, 08 Agustus 2022 | 17:29 WIB
Menko Polhukam, Mahfud MD. [Foto Istimewa] (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj)

SuaraCianjur.Id,- Menko Polhukam Mahfud MD menyebut skenario kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, sudah mulai menemukan titik terang berkat dukungan dan pengawalan dari media dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat

"Berkat Anda (media) semua, berkat NGO, berkat kesungguhan Polri, berkat arahan Presiden yang tegas, yang dulu semua diskenariokan sudah terbalik. Dulu kan ada tembak-menembak, sekarang 'nggak' ada tembak menembak, yang ada sekarang pembunuhan," kata Mahfud dikutip dari Antara, Senin (8/8/2022).

Mahfud MD juga menjelaskan, penyelidikan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dinilai cepat, mengingat kasus tersebut memiliki kode senyap atau "code of silence".

Polisi telah menetapkan dua tersangka, yakni Bharada E dan Brigadir RR sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.

Brigadir Ricky Rizal (RR) merupakan ajudan dari Istir Irjen Pol Ferdy Sambo, bernama Putri Candrawathi.

Tersangka RR dijerat dengan Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Ia yakin penetapan tersangka akan mengarah pada peran dari Bharada E dan Brigadir RR, juga tersangka lainnya sebagai tersangka eksekutor atau intelektual.

Mahfud menegaskan, Presiden Jokowi meminta agar pengungkapan kasus dugaan pembunuhan Brigadir J dapat diselesaikan segera.

Mahfud juga membantah jika Polri berlarut-larut dalam mengungkap dan menetapkan tersangka, mengingat adanya kemungkinan kasus menjadi "dark number case" jika tidak terjadi pengawalan dari awak media dan LSM.

Baca Juga: Vaksin Booster Remaja di Bawah 18 Tahun Sudah Diizinkan BPOM, Kapan Akan Dilakukan Kemenkes?

"Dulu kalau tidak ada perubahan, mungkin bisa terjadi 'dark number', perkara yang tidak ada pelakunya. Ini pelakunya sudah ada, korbannya jelas tinggal memburu saja dan kemudian memberi konstruksi hukum yang jelas," ujar Mahfud.

Load More