- Ahmad Sahroni mengusulkan pembatasan masa jabatan anggota Polri di luar institusi kepolisian maksimal selama tiga tahun pada Rabu, 6/5/2026.
- Usulan tersebut merupakan respons atas rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri yang telah diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini.
- Kebijakan ini bertujuan menjaga regenerasi, menjamin relevansi kompetensi personel, serta meningkatkan profesionalisme anggota Polri di berbagai lembaga sipil.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengusulkan agar masa jabatan anggota Polri yang ditempatkan pada posisi di luar institusi kepolisian dibatasi maksimal selama tiga tahun.
Usulan ini merupakan respons atas salah satu poin rekomendasi dari Komisi Percepatan Reformasi Polri yang baru saja diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyatakan dukungannya terhadap pembatasan tersebut untuk memastikan bahwa personel yang ditugaskan benar-benar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan lembaga sipil yang dituju.
"Terkait pembatasan jabatan Polri di sipil itu memang harus sesuai kebutuhan dan kompetensi yang ditaruh di jabatan sipil. Jadi tidak semua lembaga sipil Polri bisa masuk lagi, tapi sesuai kompetensi dan keahlian," ujar Sahroni kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
Politikus Partai NasDem ini menekankan bahwa pembatasan waktu penugasan di luar institusi sangat penting demi menjaga proses regenerasi, baik di tubuh internal Polri maupun di lembaga sipil terkait.
"Dan kalau mau, dibatasi maksimal 3 tahun tidak boleh lebih untuk regenerasi di lembaga sipil tersebut," tegasnya.
Sahroni berharap melalui pengetatan aturan dan pembatasan durasi jabatan ini, setiap anggota Polri dapat menjaga marwah profesionalisme dan fokus pada tanggung jawab jabatannya.
"Buat Polri, semoga semakin profesional dan tentunya sesuai dengan koridor-koridor jabatan yang diemban," katanya.
Laporan akhir Komisi Percepatan Reformasi Polri sendiri terdiri dari 10 buku yang mencakup berbagai strategi perubahan, termasuk target revisi 8 Peraturan Polri (Perpol) dan 24 Peraturan Kapolri (Perkap) hingga tahun 2029.
Baca Juga: Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
Terdapat empat poin utama rekomendasi reformasi yang telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto, yakni:
- Penguatan independensi Kompolnas: Komisi Kepolisian Nasional akan dirombak menjadi lembaga independen tanpa unsur ex officio dan memiliki kewenangan keputusan yang mengikat bagi Polri.
- Status Polri di bawah Presiden: Menegaskan tidak ada pembentukan kementerian baru untuk membawahi Polri; struktur saat ini dinilai masih relevan.
- Mekanisme pengangkatan Kapolri: Tetap melalui penunjukan langsung oleh Presiden dengan persetujuan DPR RI.
- Pembatasan jabatan di luar institusi: Penempatan personel pada jabatan di luar struktur kepolisian akan diperketat melalui regulasi baru guna menjamin profesionalisme.
Berita Terkait
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI