- Ditreskrimum Polda Jateng menangkap pelaku berinisial BU atas kasus pencurian di tujuh gereja wilayah Boyolali dan Semarang.
- Aksi pencurian dilakukan pelaku selama periode Maret hingga April 2026 dengan menargetkan rumah ibadah yang minim pengamanan.
- Tersangka berhasil diringkus setelah menjual barang curian secara daring, yang mengakibatkan kerugian gereja mencapai Rp151 juta.
Suara.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah mengungkap kasus pencurian berantai yang menyasar sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Boyolali dan Semarang.
Pelaku berinisial BU, warga Boyolali, ditangkap setelah teridentifikasi membobol tujuh gereja dalam kurun waktu Maret hingga April 2026.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah, AKBP Helmy Tamaela menyebut tersangka sengaja mengincar rumah ibadah yang memiliki sistem pengamanan lemah.
"Pelaku beraksi seorang diri, menyasar gereja yang minim pengawasan," ujar Helmy di Semarang, Rabu (6/5/2026).
Helmy memaparkan, dalam menjalankan aksinya, BU menggunakan sepeda motor untuk memantau situasi pada malam hari.
Setelah memastikan kondisi aman, pelaku masuk ke dalam bangunan dengan merusak akses masuk.
"Pelaku membuka paksa pintu atau jendela gereja yang kemudian mengambil berbagai alat musik serta perangkat elektronik," jelasnya.
Pengungkapan perkara ini, kata Helmy, berhasil dilakukan berkat penelusuran tim penyidik di jagat maya.
Polisi melacak jejak penjualan barang-barang yang identik dengan inventaris gereja yang hilang di platform media sosial.
Baca Juga: Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
"Sebagian besar barang-barang hasil curian telah berhasil dijual pelaku, sementara sisanya tersimpan di rumahnya," tutur Helmy.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, total kerugian yang dialami tujuh gereja tersebut mencapai angka Rp151 juta.
Akibat perbuatannya, BU kekinian telah ditahan di Mapolda Jateng dan dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya