SuaraCianjur.Id,- Drama Korea (drakor) semakin digandrungi masyarakat Indonesia. Bukan karena para pemain yang memiliki paras rupawan, hingga membuat penonton betah, tapi dari segi cerita juga kerap menyentuh.
Tahun ini drama Extraordinary Attorney Woo menjadi buah bibir para pecinta drakor, karena pemeran utamanya memiliki autisme. Drama ini mengangkat isu Kesehatan mental, dan dianggap menarik karena mengangkat sisi kehidupan dari orang-orang yang mengidap masalah tersebut.
Tak hanya itu ada beberapa judul drama korea dengan latar cerita yang hampir sama tentang terhadap masalah kesehatan mental. Apa saja itu?
1. Extraordinary Attorney Woo
Drama ini menceritakan tentang Woo Young Woo yang menderita autism spectrumdisorder atau autisme. Walaupun merupakan penderita autis , woo young woo sangatcerdas dan memiliki ingatan yang kuat namun lemah dalam bersosialisasi dan berempati.
Dengan kecerdasannya , Woo Young Woo diterima menjadi pemagang di salah satu firma hukum terbesar di Korea sebagai pengacara. Walaupun pada awalnya Young Woo diremehkan dan direndahkan, namun dia bisa membuktikan bahwa dia dapat menyelesaikan berbagai kasus dengan kemampuan uniknya memandang suatu hal dengan berbeda.
Park Eun Bin memerankan Woo Young Woo dengan sangat baik. Dia berhasil memerankan penderita autism dengan akurat dan tidak berlebihan. Perkembangan karakter lainnya pun lumayan menghibur. Ada pula kisah romansa antara Woo Young Woo dan Kang Tae Oh yang mendobrak stigma bahwa penderita autism tidak bisa memiliki kehidupan cinta seperti orang normal lainnya.
2. Move to Heaven
Drama ini menceritakan tentang bisnis membersihkan rumah bekas orang-orang yang meninggal sendirian didalam rumah yang Bernama Move to Heaven.
Baca Juga: Mulai Terungkap! Bharada E Akui Diperintah Atasan
Bisnis ini dijalankan oleh Han Jeong U dan anaknya Han Geu Ru yang menderita sindrom asperger. Setelah Ayahnya meninggal, Geu Ru dirawat oleh pamannya Sang gu yang baru keluar dari penjara akibat bertarung secara illegal. Bersama pamannya , Geu Ru menyingkap memori- memori yang ditinggalkan oleh klien-kliennya dan menemukan kata-kata terakhir sang ayah untuk Geu Ru.
Setiap episode drama ini sangat menguras emosi penonton, karena kisah-kisah setiap klien Move to Heaven sangat menyedihkan dan memang sering terjadi di dunia nyata di kota-kota besar. Perjuangan Geu Ru untuk tetap mempertahankan bisnis ini, setelah ayahnya meninggal pun perlu diapresiasi.
3. It’s Okay Not to Be Okay
Ko Moon Young merupakan seorang penulis buku anak popular yang egois, kasar dan sombong. Pada suatu waktu Moon Young bertemu dengan Moon Kang Tae, seorang perawat di sebuah rumah sakit jiwa dan kakaknya Moon Sang Tae yang menderita autisme.
Sang Tae melihat ibunya dibunuh oleh seorang wanita yang memiliki tato kupu-kupu, karena pelakunya tidak ditemukan dan Sang Tae mengalami trauma setelah kejadian itu, dia dan Kang Tae akhirnya selalu berpindah-pindah rumah dan pekerjaan.
Di sisi lain, Ko Moon Young juga memiliki pengalaman traumatis dengan Wanita dengan tato kupu-kupu. Mereka bertiga pun memutuskan untuk selalu bersama untuk menghadapi Wanita tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
PTBA Bina Karakter Siswa Ring 1, Anak-anak Disiapkan Jadi Generasi Unggul Masa Depan
-
Sepatu Lari untuk 'Easy Run': 5 Merek yang Bikin Lari Santai Terasa Lebih Menyenangkan
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
Terkuak Dugaan Modus Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Dana Petani Tambak Udang Diduga Tak Tepat Sasaran
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa