SuaraCianjur.id- Kecelakaan maut yang terjadi di Kampung Cipadang, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, pada hari Minggu (14/8) Dinas Perhubungan mengungkap fakta terbaru dalam kecelakaan lalu lintas ini.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Muhammda Iqbal menjelaskan, dari hasil ram cek truk pengangkut tepung terigu itu ternyata membawa muatan melebihi kapasitas, hingga 300 persen.
"Akan tetapi berdasarkan pemeriksaan setelah kecelakaan, truk itu muat beban tepung terigu sebanyak 30 ton, padahal seharusnya hanya dibolehkan untuk membawa beban muat 10 ton," ucapnya, Selasa (16/8/2022)
Iqbal menuturkan, dari kesimpulan itu truk tersebut dipastikan over kapasitas dengan atau sekitar tiga kali lipat dari batas muat truk tersebut.
"Memang over kapasitas, bahkan muatannya 300 persen atau tiga kali lipat dari batas muat truk tersebut. Seharusnya hanya 10 ton, tapi yang dibawa itu 30 ton, kelebihan muat 20 ton," bebernya.
Ia juga menjelaskan, akibat kelebihan muat tersebut berdampak terhadap fungsi rem kendaraan. Hal ini terjadi karena beban maksimal telah disesuaikan dengan daya cakram dan pengereman telah disesuaikan dengannya.
"Jadi kalau muatannya lebih berat, beban untuk rem akan berlebih. Jika terus direm, pada akhirnya akan mengalami gagal fungsi. Jadi beban itu memang berkaitan dengan rem," kata dia.
Dishub Cianjur meminta kepada pemilik kendaraan, agar tidak mengangkut muatan berlebih dari batas muatan yang telah ditentukan, karena demi keselamatan.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah kendaraan terlibat tabrakan di Jalan Raya Sukabumi, tepatnya di Kampung Cipadang, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur.
Baca Juga: Lucinta Luna Oplas 8 Kali demi Menikah dan Punya Anak, Warganet: Halu Lo Cin
Enam orang meninggal dunia dan sejumlah pengendaraan lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kecelakaan berawal saat truk bermuatan terigu itu melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur. Dalam perjalanan diduga mengalami rem blong dan menabrkan kendaraan yang ada didepannya.
Sopir yang tak mampu mengendalikan kendaraanya melambung kearah kanan, kemudian menabrakn truk dan mobil jenis Toyota Kijang, bernopol B 7353 UP. Tak sampai disitu., tiga kendaraan roda dua dari arah berlawanan juga turut dihantam truk tersebut. Akibatnya enam orang meninggal dunia, tiga luka berat, dan satu lainya mengalami luka ringan.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
3 Dekade Menghibur, Project Pop Siap Guncang Jakarta Lewat Konser Forever Young Forever Fun
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak
-
4 Manfaat Zinc untuk Kesehatan Kulit, dari Meredakan Jerawat hingga Kemerahan
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Pencuri Kabel Senilai Ratusan Juta di Cikarang Ditangkap
-
Lukisan Cadas Tertua di Muna Diusulkan Jadi Ikon Museum Sulawesi Tenggara
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir