Bisnis / Makro
Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:41 WIB
RANS Entertainment Indonesia IPO di Jakarta,Kamis (10/7/2026). [Suara.com/Rina A]
Baca 10 detik
  • PT RANS Entertainment resmi melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten ketujuh pada Jumat, 10 Juli 2026.
  • Perseroan melepas 2,525 miliar saham baru dan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp429,25 miliar melalui IPO.
  • Saham RANS melonjak 34,12 persen hingga menyentuh batas Auto Reject Atas pada debut perdagangan di bursa domestik.

Suara.com - PT RANS Entertainment Indonesia Tbk dengan kode emiten RANS resmi menjadi perusahaan terbuka setelah melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026). Langkah ini menjadikan perseroan sebagai emiten ketujuh yang melantai di bursa domestik sepanjang tahun 2026.

Seremoni pencatatan saham perdana tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen, pelaku pasar, serta sejumlah tokoh dunia usaha nasional. Di antara nama-nama yang hadir terlihat pengusaha Garibaldi Thohir, Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Axton Salim, serta Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.

Sejumlah figur publik seperti Anang Hermansyah, Nazril Irham, dan Gading Marten juga tampak mengikuti jalannya prosesi di gedung bursa.

Pada debut pertamanya di pasar sekunder, saham RANS bergerak menguat 34,12 persen ke posisi Rp228 per lembar dari harga penawaran awal sebesar Rp170. Penguatan tersebut membuat saham perseroan menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).

Berdasarkan data perdagangan sesi awal, volume saham yang ditransaksikan tercatat sebanyak 7.683 lot dengan akumulasi nilai Rp175,17 juta melalui frekuensi sebanyak 1.580 kali.

Melalui aksi korporasi penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) ini, RANS melepas sebanyak 2,525 miliar lembar saham baru. Jumlah tersebut mewakili sekitar 20,02 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Dengan harga eksekusi Rp170 per saham, dana segar yang berhasil dihimpun mencapai Rp429,25 miliar, di mana PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak selaku penjamin pelaksana emisi efek.

Manajemen RANS telah memetakan rencana penggunaan dana hasil penawaran umum untuk mendukung beberapa sektor usaha komersial perseroan, dengan rincian alokasi sebagai berikut:

  • Penyelenggaraan Konser: Sebesar 37,61 persen dialokasikan untuk pembiayaan acara musik di berbagai kota.
  • Akuisisi Perusahaan: Sebesar 19,80 persen digunakan untuk mengambil alih 51 persen kepemilikan saham PT Rans Kosmetika Indonesia.
  • Pembangunan Wahana: Sebesar 18,64 persen diarahkan untuk proyek destinasi bermain dan edukasi Cipungland.
  • Teknologi Kecerdasan Buatan: Sebesar 8,15 persen ditempatkan pada perusahaan patungan (joint venture) bersama PT Feedloop Global Teknologi untuk ekspansi berbasis artificial intelligence.
  • Restrukturisasi Utang: Sebesar 6,98 persen dialokasikan untuk percepatan pelunasan sebagian pinjaman perseroan.

Di samping rencana ekspansi tersebut, dokumen prospektus perseroan mencatat adanya aspek fundamental yang perlu diperhatikan pelaku pasar, yakni keberadaan tujuh entitas anak perusahaan yang hingga saat ini belum beroperasi secara komersial.

Baca Juga: Emiten Pertahankan Posisi FTSE Russell ESG Rating, Saham AVIA di Zona Hijau

Perkembangan dan kontribusi dari anak-anak usaha ini akan menjadi faktor evaluasi bagi investor dalam melihat kinerja keuangan jangka panjang perusahaan.

Komposisi Kepemilikan Saham RANS

Pasca-IPO, pendiri perseroan, Raffi Ahmad, tetap memegang posisi sebagai pemilik saham mayoritas. Sementara itu, sisa kepemilikan saham lainnya tersebar ke beberapa nama institusi, figur publik, serta pejabat publik.

PT Indonesia Entertainment Grup memegang porsi kepemilikan sebesar 7,23 persen atau setara 911,5 juta lembar saham. Selanjutnya, Dony Oskaria yang menjabat sebagai Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara tercatat memiliki 2,74 persen atau 345,25 juta lembar saham, hampir berimbang dengan porsi kepemilikan Soultan Ariq Rachman sebesar 2,74 persen (345,5 juta lembar).

Sutanto Hartono selaku CEO Emtek Media dan Direktur Emtek Group menguasai 1,14 persen atau 144 juta lembar saham. Kemudian Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, memegang kepemilikan sebesar 0,99 persen atau 124,75 juta lembar saham.

Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, juga masuk dalam daftar pemegang saham dengan kepemilikan sebesar 0,91 persen atau setara 115,25 juta lembar saham. Sisa kepemilikan lainnya dipegang oleh Hikmat Janika sebesar 0,68 persen, PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi sebesar 0,61 persen, serta publik atau masyarakat dengan akumulasi total 20,02 persen.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informatif dan hanya menyajikan data publik mengenai perkembangan pasar modal. Keputusan investasi, baik pembelian maupun penjualan saham, sepenuhnya merupakan hak dan tanggung jawab pembaca secara mandiri. Media ini tidak bertanggung jawab atas potensi keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan ekonomi tersebut.

Load More