/
Selasa, 23 Agustus 2022 | 12:47 WIB
Mahfud MD di Komisi III DPR RI (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc - Foto Istimewa)

SuaraCianjur.id- Menko Polhukam Mahfud MD memberikan jawaban soal Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran yang disebut-sebut terseret dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Pemantik isu tersebut adalah saat Irjen Pol Fadil Imran berpelukan dengan mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo dalam situasi menangis. Video itu beredar, setelah beberapa hari kasus kematian Brigadir J mencuat.

Dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, yang dilaksanakan pada hari Senin (22/8) kemarin di Gedung DPR RI, Mahfud MD menjawab soal Kapolda Metro Jaya dalam kasus Ferdy Sambo.

Mahfud MD secara tegas mengatakan kalau dirinya tidak pernah menyebut jika Kapolda Metro Jaya akan menyusul Ferdy Sambo menjadi tersangka.

“Saya juga tidak pernah sama sekali bilang Kapolda Metro Jaya akan susul Ferdy Sambo,” tegas Mahfud MD, seperti yang dilihat di Youtube DPR RI.

Mahfud MD menyebut jika Kapolda Metro Jaya itu menjadi salah satu korban prank dari skenario palsu yang dibuat oleh Ferdy.

“Sampai sekarang, saya berpikirnya Kapolda Metro Jaya kena prank juga, sehingga dipeluk saat Ferdy Sambo nangis. Itu dalam pikiran saya,” kata Mahfud MD.

Tak hanya Fadil Imran saja yang diisukan terlibat dalam pusaran kasus Ferdy Sambo. Kabar terbaru yang beredar Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dan Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak juga dikait-kaitkan.

Ada yang menyebut kabar mereka turut dilakukan pmeeriksaan oleh timsus pembunuhan Brigadir J. Tapi perlu diingat hingga kini, belum ada informasi dari Mabes Polri soal kabar tersebut.

Baca Juga: Viral! Seorang Anak TK di DO Cuma Gara-gara Ini

Load More