SuaraCianjur.id- Soal kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengaku memiliki data sensitif dari kasus itu.
"Ndak ada rahasia, yang saya sampaikan ini semuanya memang menjelaskan apa yang telah saya sampaikan secara terang benderang kepada publik," ucap Mahfud dalam sesi Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (22/8/2022).
Hanya saja Mahfud MD tidak bisa menjelaskan hal itu kepada publik, karena dinilai terlalu sensitif.
"Saya punya setumpuk data soal itu karena belum dibahas oleh Kompolnas. Dan itu sangat sensitif, makanya saya tidak buka," kata dia.
Entah apa yang dimaksud oleh Mahfud MD soal data sensitif itu. Ia juga tidak menjelaskan kapan data tersebut akan dibahas Kompolnas.
Mahfud MD mengklaim, pihaknya sudah melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Contohnya saat autopsi ulang Brigadir J, dirinya mengaku telah bertemu dan mengirimkan surat soal rekomendasi tersebut. Termasuk saat pemakaman Brigadir J, agar dimakamkan secara kedinasan.
"Kita meminta agar dilakukan pemakaman secara kepolisian itu ada suratnya, jalan. Artinya kita tidak hanya ngomong di koran aja. Yang strategis-strategis itu kita ketemu," kata dia.
Seperti yang diketahui sejauh ini dalam kasus pembunuhan Brigadir J, pihak penyidik sudah menetapkan lima orang tersangka, mereka adalah Irjen Pol Ferdy Sambo beserta istrinya Putri Candrawathi, Bripka RR, Bhrada E, serta ART-nya bernama Kuwat Maruf.
Sumber:Suara.com
Baca Juga: Persib Bandung Menarik Perhatian Luis Milla yang Sudah Menganggur Selama 3 Tahun
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Harga Pertamax Naik Terus, Ini 7 Pilihan Mobil Bekas 7-Seater yang Irit dan 'Ramah' Pertalite
-
Sinopsis From, Serial Horor Misteri Debut dengan Skor 100 dari Rotten Tomatoes
-
Skuad Timnas Indonesia Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Coret Satu Pemain
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Apa Beda Cushion dan Foundation? Ini 7 Merk yang Cocok untuk Kulit Berminyak
-
Cek 7 Tanda Daycare yang Aman bagi Bayi Agar Tidak Menjadi Korban
-
Kondangan ke Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Prabowo dan Bahlil Kompak Komentar Soal Makanan
-
Foundation yang Bagus Merk Apa? Cek 7 Rekomendasi Terbaik Coverage Halus Seharian
-
Ubed Jadi Pahlawan, Indonesia Comeback Kalahkan Thailand 3-2 di Piala Thomas 2026