SuaraCianjur.id- Sidang kasus dugaan suap audtiro BPK yang menyeret nama Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin, masih berlangsung. Kali ini dalam persidangan, tersangka auditor BPK, Anthon Merdiansyah membantah adanya pengkondisian opini wajar tanpa pengecualian (WTP).
Hal itu disampaikan dirinya saat menjadi saksi Jaksa KPK dalam sidang dugaan suap di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung, Rabu (24/8/2022).
Dirinya mengaku kepada majelis hakim yang dipimpin oleh Hera Kartiningsih, sempat bertemu dengan Ade Yasin pada bulan Oktober 2021. Hanya saja bukan dalam rangka pengkondisian WTP, melainkan persoalan lain.
"Waktu itu momen Bu Ade berduka, suaminya Bu Ade meninggal dunia. Saya sekaligus menyampaikan duka cita, silaturahmi sifatnya. Pembahasannya terkait omnibuslaw, penanganan Covid-19 dan sifatnya umum-umum saja," kata dia salam ruangan sidang.
Anthon merupakan penanggung jawab tim pemeriksaan BPK RI Perwakilan Jawa Barat, di Pemerintah Kabupaten Bogor. Dirinya menyebut tidak pernah secara langsung menerima uang dari pegawai Pemkab ataupun Bupati Bogor saat itu.
Menurutnya hanya mengaku menerima Rp25 juta secara bertahap dari anak buahnya, yang melaksanakan pemeriksaan.
Tentu saja jumlah tersebut sangat kecil dariyang diterima oleh kedua anak buahnya, bernama Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah sebesar Rp195 juta, dan Hendra Nur Rahmatullah Kartiwa sebesar Rp230 juta.
Sementara itu auditor BPK, Gerri Ginanjar mengaku telah menyiapkan uang senilai Rp350 juta hasil pemberian dari pegawai Pemkab Bogor tapi batal diserahkan.
Pemberian uang tersebut bukan dalam rangka pengkondisian WTP untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Bogor, tahun anggaran 2021 melainkan sebagai uang lelah.
Baca Juga: Disangka Seragam, Ini 5 Jenis Bentuk Vagina
"Tidak ada pembicaraan sebelum pemeriksaan, semua berlangsung spontanitas dan apa adanya. Jadi apa adanya," kata Gerri.
Namun, menurutnya pada saat pemeriksaan terdapat beberapa temuan di lapangan, dan berkoordinasi dengan terdakwa Ihsan Ayatullan sebagai Kasubid Kasda BPKAD Kabupaten Bogor.
"Yang saya tahu kami dari tim tidak pernah meminta uang kepada pihak Pemkab Bogor sebelum pemeriksaan," tuturnya.
Empat auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang turut dihadirkan dalam persidangan yakni Anthon Merdiansyah dari Pengendali Teknis, Arko Mulawan sebagai Ketua Tim AdInterim Kabupaten Bogor, Hendra Nur Rahmatullah Kartiwa sebagai dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah sebagai pemeriksa.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
Iran Ancam Serang Seluruh Pelabuhan Timur Tengah Jika Infrastruktur Maritimnya Diserang
-
Simpul Maut Hiroshima: Satir Ilmuwan Bom Atom dalam Buaian Kucing
-
Kejagung Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas Tiga Terdakwa Kasus Perintangan Penyidikan CPO
-
BTN Siapkan Uang Tunai Rp23,18 Triliun untuk Kebutuhan Transaksi Lebaran 2026
-
Mantan Wakil Ketua DPRD Bogor, Hj. Saptariyani Meninggal Dunia
-
Brongkos Yogyakarta, Hidangan Legendaris Keraton yang Bisa Jadi Inspirasi Menu Lebaran
-
Purbaya Yudhi Sadewa Optimis Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Prospek RI
-
Purbaya Kurusan usai Jabat Menkeu, Akui Berat Badan Turun 9 Kg
-
Pidato Perdana Mojtaba Khamenei: Bersumpah Blokir Selat Hormuz
-
Disebut Sempat Hendak Disuap Yaqut Rp17 Miliar, Anggota Pansus Haji Terkejut: Saya Nggak Tahu