/
Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:30 WIB
Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo tiba untuk menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

SuaraCianjur.id- Kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J didalangi oleh atasannya sendiri yakni Irjen Pol Ferdy Sambo.

Perkembangan penyelidikan dari hari ke hari semakin terbuka. Ditambah saat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dipanggil oleh Komisi III DPR RI, untuk membahas kasus ini. Menyebut jika pelaku pencuri dan perusak CCTV terungkap dalam forum tersebut.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni meminta kepada Kapolri untuk menampilkan tersangka Ferdy Sambo ke publik. Alasannya karena dirinya kerap di desak oleh masyarakat.

Kasus yang menyeret Ferdy Sambo dan istrinya itu sedang mendapatkan sorotan masyarakat Indonesia. Kritik demi kritik mengalir ke institusi Polri termasuk desakan untuk mengungkap motif sebenarnya, dibalik kasus pembunuhan Brigadir J.

Hal yang menarik terlihat di jagat maya Twitter, tags #FerdySambo kembali mencuat di trending topik laman Twitter. Banyak netizen, yang menggunakan tagar tersebut dalam setiap postingan mereka.

Bahkan ada yang mencuit meminta kepada Kapolri untuk menunjukan Ferdy Sambo sebagai tersangka kepada publik.

“#FerdySambo Tunjukin ke publik pake baju tahanan dan tunjukin ke rakyat kalau sudah ditahan,” kata akun Twitter @ahm***

 “Ferdy Sambo pas hukuman mati “aku meninggalkan semua hartaku di sana, carilah kalian kalau mampu.” Era bajak laut dimulai di pulau Jawa,” kata akun lainnya @an****

“Kami masyarakat Indonesia mendesak Kapolri dan pemerintah agar menuntaskan kasus pembunuhan Brigadir J seara jelas sampai ke akar-akarnya,” kata akun Twitter lainnya bernama @sit***

Baca Juga: Kamarudin Bilang Orang Tua Bharada E Disekap di Mako Brimob, Kenapa?

“Baju orennya kapan tampil dong,” cuit netizen lainnya @ind***

Akan tetapi banyak juga netizen yang menggunakan #FerdySambo untuk postingan lainnya diluar pembahasan kasus ini.

Hingga kini terpantau jika tagar tersebut sudah mencapai dua ribu lebih tweet yang digaungkan oleh warganet.

Load More