SuaraCianjur.id- Apa yang terpikir ketika mendengar kata ‘Sabar’ dalam benak? Secara garis besar menahan nafsu amarah.
Mengutip dari Al-Mu’jam Al Mufahras li Al Fazhil Qu’an, yang menyebutkan lebih dari 100 kali dalam kita suci Alquran, sabar selalu ditekankan. Maka tak heran membahas soal sabar adalah salah satu perhatian yang sangat besar bagi para ulama, seperti Imam Al Ghazali dalam kitab Ihyâ ‘Ulûmiddîn, Ibnul-Qayyim dalam kitab Madârijus-Sâlikîn dan Abu Thalib Al Makki dalam kitab Qût al-Qulûb.
Alquran menekankan kepada manusia untuk bersabar. Bahkan dengan sikap sabar derajat seseorang bisa terangkat dalam kehidupan.
Dalam firman-Nya tergambar kesulitan yang dialami manusia sejak awal:
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS Al Balad ayat 4)
Lafaz kabad dalam Bahasa Arab, seperti yang dikemukakan Al Ashfahani dalam kitab Mufradât Gharîb al-Qur′ân memiliki makna kesulitan. Penggunaan kata tersebut mengisyaratkan, jika diciptakannya kehidupan manusia tidak terpisah dengan kesulitan dan penderitaan.
Aspek sabar mencakup dua hal, yakni sabar dalam menghadapi penderitaan dan juga sabar dalam menghadapi kesenangan.
Berikut beberapa aspek soal sabar yang dapat disimpulkan dari penjelasan Alquran, emngutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI).
1.Sabar kepada cobaan dunia
Baca Juga: Ferdy Sambo Ajukan Permohonan Banding, Tanggapan Kapolri: Kita Lihat Saja
Semua kalangan akan merasakan aspek yang satu ini, baik atau jahat, mukmin atau kafir, pemimpin atau rakyat yang dipimpinnya. Cobaan merupakan bagian dinamika hidup manusia. Seperti firman Allah SWT yang berbunyi:
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqarah ayat 155).
Dalam ayat tersebut dijelaskan cobaan yang telah Allah SWT berikan kepada hambanya harus dihadapi dengan rasa sabar.
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (QS Al Baqarah ayat 156)
Maka cara untuk menghadapi cobaan yakni dengan mengucapkan Al-Istirjâ:
“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nyalah kita kembali.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi