Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno mengunjungi sekaligus meresmikan Kasoem Vision Care and Hearing Center, di Jalan Buah Batu Kota Bandung yang merupakan produsen kacamata pertama di Indonesia.
Menurut Sandiaga Uno, tren berobat ke luar negeri seputar mata masih tinggi. Untuk itu pihaknya mendorong para perusahaan penyedia layanan kesehatan mata, untuk menyediakan berbagai kebutuhan layanan kesehatan mata, tentunya dengan berkolaborasi dengan Pemerintah.
"Kita tahu saat ini masyarakat kita yang memiliki cukup dana, lebih memilih pergi ke luar negeri bahkan hanya mengecek kesehatan mata. Hal itu harus jadi perhatian kita ya. Bayangkan saja total anggaran bisa mencapai 100 triliun rupiah untuk belanja layanan kesehatan ke luar negeri," kata Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Minggu (28/8/2022) malam.
Dikatakan Sandiaga, Kasoem Vision Care Hearing Center ini mampu memberi motivasi untuk kesehatan anak-anak sejak dini. Bahkan ia menyatakan jika Indonesia mampu menciptakan wisata medis yang terbaik.
"Potensi wisata medis harus ada di Indonesia. Saya ingin mendorong Kasoem Grup jadi yang terdepan. Makanya kita senantiasa terus mendorong Kasoem agar selalu gerak cepat, gerak bersama dan gaspol," tutur Sandiaga Uno.
"Tugas kita sebagai Pemerintah adalah menghadirkan solusi. Tadi Presiden menyampaikan agar kita terus menciptakan lapangan kerja baru. Nah Kasoem sudah berkontribusi menciptakan lapangan kerja baru. Target kita adalah 4 juta lapangan kerja baru," ucapnya.
Dalam kunjungannya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) terus menggaungkan Gerakan Sejuta Kacamata.
"Tentu harapan kami (Pemerintah) pada perusahaan penyedia layanan kesehatan mata dan pendengaran seperti Kasoem ini semoga tetap menginspirasi dan semakin mendunia. Agar Indonesia menjadi pusat wisata kesehatan yang banyak dikunjungi masyarakat luar negeri," katanya.
"Jadi nanti kita menjadi negara tujuan wisata kesehatan ya. Karena mampu memberi layanan kesehatan mata dan telinga yang baik," pungkasnya.
Baca Juga: Tips Buat Laki-laki, Ini Yang Selalu Dipikirkan Wanita Setiap Harinya
Diketahui, Atjoem Kasoem atau lebih dikenal sebagai A. Kasoem, adalah orang pribumi yang merupakan tokoh pengusaha kacamata pertama di Indonesia.
Sejak 1939, Atjoem Kasoem mulai memproduksi kacamata yang dulu dipergunakan oleh para tokoh bangsa. Seperti Soekarno, Mohammad Hatta, para menteri dan masih banyak lagi.
"Konsep Histori off Kasoem. Disini kita menerapkan konsep pelayanan yang sudah mendunia. Bahkan dinilai merupakan konsep pelayanan terbaik di 80 negara di dunia," kata Deputy CEO Kasoem Group, Trista Mutia Kasoem.
Trista mengatakan, Kasoem Grup ini memiliki beberapa pelayanan kesehatan yang salah satunya adalah Kasoem Vision Care Hearing Center yang merupakan perintis terciptanya kacamata di tanah air.
"Kita tentu bangga. Sudah lebih dari 80 tahun berdiri sebagai perintis adanya kacamata. Tak hanya itu, kita juga konsen membantu gangguan pendengaran," tutur Trista.
Ia berharap Kasoem Vision Care and Hearing Center ini bisa terus berprestasi dalam membantu masyarakat untuk meraih mimpi serta menopang aktifitas normal.
"Tentu harapan kami ingin bisa menginspirasi perusahaan lokal lainnya di bidang kesehatan baik penglihatan, maupun pendengaran," kata dia.
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Serahkan Bantuan Sembako dan Modal Usaha untuk 100 PKH Kota Bandung
-
Polres Subang Bentuk Tim Khusus, Perangi Judi Online dan Judi Darat
-
Apresiasi Komunitas Lingkungan, Yana Resmikan Jembatan Cika Cika Bersama FPBB
-
Nekat Tanam Ganja di Halaman Rumah, Seorang Warga Subang Dibekuk Polisi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel