SuaraCianjur.id- Cerita sejarah sepanjang masa bagi umat Islam adalah ketika umat muslim terlibat peperangan, hingga dikenal dengan nama Perang Badar.
Perang Badar terjadi pada tahun 2 Hijriyah atau tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan atau 17 Maret 624 Masehi. Peperangan ini merupakan peperangan yang dahsyat ketika kaum muslimin melawan pasukan kafir Quraisy.
Lokasi dari perang Badar ini, bertempat di sebuah lembah yang dinamai Lembah Badar. Sebuah daerah yang berada tepat diantara dua kota, yaitu Mekkah dan juga Madinah.
Sebelum perang dimulai, perbedaan jumlah pasukan sudah terlihat sangat mencolok. Kaum Muslimin hanya memiliki pasukan berjumlah 300-an, sementara kafir Quraisy memiliki pasukan mencapai 1000 orang.
Meski kalah secara jumlah, pasukan kaum Muslimin Kala itu tak bergeming sedikitpun untuk mundur dari peperangan. Dengan bantuan dan atas izin Allah SWT, Kaum Muslimin berhasil mengalahkan pasukan kafir Quraisy dengan telak.
Kita sebagai umat Islam perlu mempelajari apa yang telah terjadi dalam sejarah Islam, salah satunya adalah Perang Badar. Tapi dengan mengambil hikmah dan pelajaran melalui perang Bada, bukan berarti sebagai umat muslim lebih menyukai peperangan, dibandingkan dengan perdamaian.
Yang perlu diambil contoh dan diteladani adalah sebuah semangat yang digelorakan dalam perjuangan mengarungi kehidupan yang berat.
Kehidupan adalah sejarah yang berulang, namun pola dan bentuknya bisa saja berbeda. Apa yang perlu dipelajari dari perang Badar bukan aksi kekerasan dan pertempurannya. Melainkan umat mulsim harus memiliki keyakinan dan keberanian dalam membela Allah SWT.
Termasuk dalam menghadapi cobaan yang diberikan kepada manusia khususnya umat muslim. Kendati secara logika manusia hal tersebut dirasa sangat berat, bahkan mendekati mustahil, namun bagi Allah SWT semua menjadi mungkin.
Baca Juga: Tampil Gemilang di Japan Open 2022, Chico Aura Dwi Beri Kejutan Tumbangkan Pemain Ranking 2 Dunia
Seperti dalam surat Al-Baqarah ayat 286, Allah SWT berfirman jika Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupan hambanya. Ayat tersebut dijelaskan dalam Tafsir Al-Misbah: 624.
Dalam ayat tersebut, ingin menegaskan kembali kalau Allah SWT tidak akan membebani seseorang lebih dari kemampuannya. Dia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya, dan dia mendapat siksa dari kejahatannya yang telah diperbuatnya.
Artinya setiap ketetapan dari Allah SWT kepada manusia baik kewajiban cobaan ataupun musibah itu sebanding dengan kemampuannya, tidak lebih dan tidak kurang.
Jadi antara Perang Badar dan cobaan dalam kehidupa manusia memiliki kesamaan yang mendasar yakni percaya dan yakin kepada Allah SWT. Karena sebaik-baiknya pertolongan, adalah pertolongan dari Allah SWT.
Kontributor: Gulam Raihan Akbar
Berita Terkait
-
Inilah Keutamaan Wudhu yang Bisa Beri Keajaiban Bagi Kesehatan Seorang Muslim
-
Ingat 3 Amalan Ini Paling Dicintai Allah dan Kunci Masuk Surga
-
Istiqomah Menjalankan Amalan Baik Bagi Seseorang Ada Ganjaran Pahala yang Terus Mengali
-
Keutaman dan Amalan yang Bisa Dilakukaan di Bulan Safar, Waktu Tepat Memperkuat Iman
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir
-
Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa
-
Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu
-
Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting
-
Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!
-
Napi Lapas Pekanbaru Belum Ditemukan, Kabur saat Ambil Obat di Apotek
-
Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija
-
Perkuat Sektor Wing Back, Kendal Tornado FC Datangkan Eks Pemain Timnas U-19
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu