/
Selasa, 06 September 2022 | 13:17 WIB
Ilustrasi anak berkebutuhan khusus (Foto Ilustrasi - Freepic)

SuaraCianjur.id- Beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh orang tua, ketika anak terlahir ke dunia. Rasa bahagia harus diiringi dengan ketelitian untuk melihat kondisi anaknya dalam setiap pertumbuhannya.

Tumbung kembang sang anak sangat penting menjadi perhatian orang tua di awal-awal karena akan mempengaruhi kehidupan sang anak hingga besar.

Salah satu yang harus diperhatikan yakni dengan melihat gejala atau ciri-ciri yang bisa menunjukan apakah anak tersebut berkebutuhan khusus atau tidak.

Meskipun masih banyak orang yang menganggap, kalau anak berkebutuhan khusus (ABK) itu sama dengan anak autisme. Autisme merupakan salah satu dari sekian banyak kebutuhan khusus pada anak yang banyak orang belum tahu istilahnya.

ABK merupakan anak-anak dengan kinerja yang lebih unggul serta membutuhkan pengayaan atau pengajaran yang lebih menantang, untuk mencapai titik potensi mereka yang maksimal.

Hal itu dikarenakan mereka mengalami kesulitan dalam belajar, adanya gangguan fisik atau dari sisi sensorik. Bahkan perilaku mereka yang perlu kita asah atau bentuk dalam pendidikan yang khusus agar bisa membantunya mendapatkan metode belajar yang tepat.

Beberapa kategori ABK yang sering kita temui adalah seperti autisme, buta-tuli, ketulian, gangguan pendengaran, disabilitas intelektual, gangguan emosi, dan masih banyak lagi.

Umumny ciri ABK jarang bisa fokus kontak mata ketika melakukan interaksi. Terkadang saat kita mencoba melihat ke arah matanya, mereka akan memalingkan pandangannya dan melihat sekeliling. Sebab mereka tidak merasa nyaman bila harus memandangi suatu objek dalam waktu yang lama.

Hal itu pun membuat mereka semakin sulit untuk berkomunikasi. Tak jarang mereka hanya mengucapkan kata yang mereka dengar saja.  Sehingga jarang mengucapkan kata yang tepat dengan konteks komunikasi.

Baca Juga: Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Tersangka Lainnya Kini Tidak Bisa Bohong Lagi

Dalam dosenpsikologi.com menyebutkan bahwa anak yang kesulitan belajar karena individu yang memiliki gangguan pada satu atau lebih kemampuan dasar psikologi. Karena mereka sulit belajar, maka kamus kata yang dimilikinya pun akan sedikit dan semakin sulit untuk berkomunikasi.

Ciri lain dari ABK adalah mereka suka untuk menyendiri. Mereka bukan orang yang suka untuk bersosialisasi dengan keramaian, orang baru, bahkan orang tuanya sendiri. ABK cenderung memiliki dunianya sendiri dan sering asik dengan hal itu.

Meskipun mereka cenderung emosional, tidak jarang sisi emosional mereka terganggu. Emosional bukan hanya sekedar amarah, melainkan ada perasaan seperti kesepian, sedih, depresi, hingga merasa berbeda.

Setiap anak yang memiliki kebutuhan khusus tentu saja memiliki gejala yang berbeda-beda dengan urutan yang tidak sama pula. Maka kenali anak lebih jauh lagi demi kehidupannya yang lebih baik.

Kontributor: Hisyam Irsyaad

Load More